Jakarta (ANTARA) - Ada hal baru di perhelatan Jakarta Fashion Week 2023 yang berupaya selalu relevan dengan kemajuan teknologi, terutama di era metaverse.

JFW 2023 bekerja sama dengan WIR Group, perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI), melalui Nusameta, besutan dari WIR Group, yang merupakan ekosistem metaverse Indonesia.

Baca juga: Delapan perancang Indonesia yang karyanya dipakai seleb mancanegara

"Kami menyambut baik kerja sama ini terutama agar masyarakat dapat melihat secara langsung manfaat lebih lanjut dari metaverse dalam industri kreatif seperti fesyen," kata Chief Marketing and Sales Officer WIR Group Gupta Sitorus dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Gupta mengatakan Nusameta memungkinkan para pegiat mode untuk mewujudkan pengalaman unik berinteraksi antara dunia nyata dengan dunia digital di panggung JFW 2023.

Di samping itu, dunia metaverse akan memberikan peluang ekonomi baru untuk para pekerja kreatif termasuk para perancang mode, serta menjadi platform untuk memaksimalkan kreativitas mereka tanpa dibatasi oleh hambatan seperti material.

"Saya harap ini jadi titik awal metaverse menjadi ekonomi baru dan ajang berkarya para pelaku kreatif," kata Gupta, menambahkan metaverse tersebut akan dibuka pada 24 Oktober dan berlangsung selama sebulan.

"Ini bisa mengakomodasi 1000 penonton yang (bisa) berinteraksi," ujar Gupta.

Baca juga: IKYK akan tampilkan koleksi terbaru di Seoul
 
Konferensi pers Jakarta Fashion Week 2023 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Selasa (11/10/2022) (ANTARA/Nanien Yuniar)


Jakarta Fashion Week 2023 akan berlangsung di Pondok Indah Mall III, Jakarta Selatan, pada 24–30 Oktober 2022. Akan ada 34 show dari setidaknya 116 label dan perancang mode, baik nasional maupun internasional.

Chairwoman Jakarta Fashion Week dan CEO GCM Group Svida Alisjahbana mengatakan kali ini pihaknya memodifikasi jadwal peragaan busana agar tidak sepadat perhelatan di tahun-tahun sebelumnya.

Akan ada lima peragaan busana yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB siang hingga 21.00 WIB yang juga bisa disaksikan secara livestream.

Baca juga: Indonesian Fashion Chamber ajak pemengaruh promosikan produk lokal

Jakarta Fashion Week akan menghadirkan lebih dari 1600 tampilan koleksi terbaru karya pegiat mode.

Beberapa nama yang patut dinanti adalah Obin, Harry Halim, Jeffry Tan, Yosafat Dwi Kurniawan, Wilsen Willim, Benang Jarum, Nada Puspita, Sejauh Mata Memandang.

Akan ada juga perancang mode-perancang mode Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), yakni Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, Ivan Gunawan, Era Soekamto, Danny Satriadi, Chossy Latu, Ghea Panggabean, Andreas Odang, Denny Wirawan, Priyo Oktaviano, Eridani, Liliana Lim dan masih banyak lagi.

Ada juga 3 perancang mode internasional yang akan meramaikan runway tahun ini. Di antaranya adalah Ngali by Denni Francisco dari Australia, serta St. Ego dan Doucan dari Korea Selatan.

Sementara itu, segmen Dewi Fashion Knights tahun ini akan mengusung dua kategori, yakni kategori High End Ready to Wear bertema Fashion Mutation yang diterjemahkan dalam koleksi-koleksi apik karya Peggy Hartanto, Sean Sheila, serta Aidan and Ice, disusul dengan kategori adibusana pada malam penutup bertema Future Couture yang akan menampilkan karya terbaik dari Rinaldy A. Yunardi, Yogie Pratama, dan Stella Rissa.

Tahun ini JFW menggaet mitra otomotif Mazda yang telah beberapa kali turut serta meramaikan panggung JFW.

“JFW adalah ajang mode yang sangat ikonis dan prestisius - sama seperti Mazda. Fashionable, iconic, and elegant. Tentunya kami akan membawa beberapa kejutan di tahun ini tentang terobosan teknologi otomotif terbaru dari Mazda. Kejutan ini nantinya akan diungkap bersamaan dengan kolaborasi fesyen kami dengan Yosafat Dwi Kurniawan dan Jeffry Tan,” kata Managing Director of PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio.



Baca juga: Jakarta Muslim Fashion Week adalah usaha perkuat ekosistem fesyen

Baca juga: Kemendag: Cita-cita jadi pusat fesyen muslim dunia bukan impian belaka

Baca juga: JFW 2023 ingin jadi ajang pengakuan terhadap industri fesyen Indonesia

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022