Jakarta (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok mengingatkan pemegang Kartu Jakarta Sehat agar tidak langsung ke rumah sakit setiap kali ada keluhan.

"Kalau langsung ke rumah sakit tidak akan dilayani. Tapi kalau darurat kecelakaan langsung ke RSUD enggak apa-apa," katanya.

Dia minta agar pemegang KJS datang ke Puskesmas terlebih dahulu. Bila Puskesmas memberi rujukan, maka pemegang kartu bisa melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah. 

Ahok mengatakan Pemerintah DKI Jakarta  akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk meningkatkan kualitas dokter yang ada di Puskesmas.

"Sehingga pasien yang datang ke Puskesmas bisa langsung ditangani di tingkat Puskesmas. Jadi semakin tinggi kompetensi dokter di Puskesmas, nanti yang dirujuk juga sedikit," katanya

Pemerintaha Provinsi DKI Jakarta akan berlakukan sistem verifikasi secara online (daring) untuk Kartu Jakarta Sehat (KJS) mulai tahun 2013 bekerja sama dengan PT. Askes.

"Kami menunjuk PT. Askes untuk bekerjasama karena mereka punya sistemnya," kata Ahok saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Kamis.

Jalur sistem online nanti, menurut Ahok, berawal dari Puskesmas. Menurut Ahok, penerapan sistem online ini mampu mencegah tunggakan pembayaran tagihan yang bertumpuk serta mencegah calo dalam penggunaan KJS karena pengguna KJS akan diverifikasi.

"Saya yakin dengan ini tidak akan menunggak, dan calo akan hilang," katanya.

Pihak PT. Askes, selaku pemilik sistem, menurut Ahok juga akan diberikan fee sebesar 1,5 persen dari total tagihan.

"Nanti PT. Askes kami kasih fee 1,5 persen," katanya.

(dny)

Pewarta: Deny Yuliansari
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2012