Mengenang Ramli

Oleh Natisha Andarningtyas

Mengenang Ramli

Perancang busana Ramli (ANTARA/Teresia May)

Jakarta (ANTARA News) - Keluarga dan orang-orang terdekat Ramli mengenang sang perancang busana yang pagi ini menghembuskan napas terakhir setelah beberapa tahun belakangan berjuang melawan kanker usus.

"Om itu orangnya pantang menyerah. Dari mulai penyakitnya, masih tetap berjuang. Walaupun sakit tetap bikin show. Setahun sekali, tuh, wajib, minimal setahun sekali," tutur Rizky Amalia, keluarga Ramli yang telah tinggal bersamanya sejak kecil.

Aktris Widyawati pun mengagumi kegigihan Ramli dalam berkarya.

"Dalam keadaan sakit terus berkarya," kata Widyawati yang pernah beberapa kali didapuk Ramli sebagai peragawati.

Simpati dan duka juga datang dari pengusaha Dewi Motik yang melihat Ramli sebagai orang yang pantang menyerah dan teladan untuk siapa saja.

"Lawan (penyakit), nggak usah banyak omong tapi dengan karya," tuturnya saat melayat ke kediaman Ramli di Menteng, Jakarta Pusat.

Dewi yang telah mengenal Ramli dari awal kariernya menilai sang perancang busana yang terkenal dengan bordir dan sulam itu adalah contoh terbaik dari ungkapan "Tuhan yang menentukan, tetapi sebagai manusia, kita harus berusaha."

"Dia terus berjuang. Tidak pernah mengeluh," kata Dewi.

Sementara peragawati senior Donna Harun mengenang Ramli sebagai teman yang easy going.

"Nggak pernah ngomongin orang. Semuanya dijadiin bahan senyuman, semuanya dibawa ringan," kata Donna yang mengaku belum sempat menjenguk Ramli di rumah sakit.

Hobi dipotret

Selama sakit, Ramli tidak pernah mengeluhkan kondisinya. "35 kemoterapi nggak masalah buat dia. Om Ramli nggak pernah menganggapnya masalah dan tetap bikin show," kata Rizky, yang biasa disapa Kiki.

Penilaian serupa diutarakan Dewi Motik.

"Bahkan paling hobi dipotret, bareng dengan yang jenguk," cerita Dewi Motik.

Pribadi yang tidak pernah mengeluh dan memiliki semangat hidup yang tinggi juga disematkan kepadanya oleh model Paula Verhoeven.

"Kami masih ngomongin show bulan Februari ke Eropa. Minggu lalu masih bisa berkomunikasi, masih ingat siapa yang datang," kata Paula, tentang sosok yang kerap dipanggilnya "Daddy".

Paula yang sudah cukup lama bekerja sama dengan Ramli mengaku mendapat pelajaran berharga dari "Daddy".

"Modelnya Mas Ramli harus serba bisa. Bisa make-up, bisa tata rambut, pakai kebaya, kain," ceritanya.

Meski berat melihat sang Daddy telah tiada, Paula lega Ramli telah terbebas dari sakitnya. "Dia itu salah satu desainer yang menyatukan model senior-yunior."

"Kami doakan ada Ramli-Ramli yang lain," sambung Dewi Motik.

"Semoga anak-anak yang ditinggalkannya mandiri," kata Rima Melati yang menganggap Ramli adiknya.

(nta)


Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Rawan rob, Pemerintah Aceh Barat akan relokasi warga diĀ pesisirĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar