counter

Pandeglang kirim transmigran ke Kalbar dan Maluku

Transmigran yang dikirim ke Ketapang 20 kepala keluarga atau 97 jiwa dan ke Ambon 25 kepala keluarga atau 104 jiwa,"
Pandeglang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 2012 mengirim transmigran ke Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dan Ambon, Maluku.

"Transmigran yang dikirim ke Ketapang 20 kepala keluarga atau 97 jiwa dan ke Ambon 25 kepala keluarga atau 104 jiwa," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan di Pandeglang, Senin.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kata dia, setiap tahun memberangkatan transmigran ke berbagai provinsi, seperti Kalbar, Maluku, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Memberangkatan transmigran, kata dia, merupakan program pilihan atau tidak wajib, namun Pemkab Pandeglang telah melaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional.

"Transmigrasi memang program nasional, tapi bagi daerah itu sifatnya pilihan. Kita tetap melaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional itu," katanya.

Ia juga menjelaskan, tujuan utama program transmigrasi yakni untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi bukan semata-mata memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang masih kurang penduduknya.

Terkait dengan penempatan transmigran di Sulbar dan Maluku, menurut dia, kondisinya cukup baik. Para transmigran tersebut mendapat rumah type 35 dan diberi lahan usaha seluas dua hekatare.

"Untuk yang di Maluku, lahan yang diberikan sudah menjadi kebun kelapa sawit, jadi para transmigran tinggal mengurus saja, sambil menunggu berbuah," katanya.

Sedangkan yang di Kalbar, kata dia, sudah ada kesepakatan dengan sebuan perusahaan perkebunan, yang siap menjadi bapak angkat para transmigran tersebut, dan lahan usaha tersebut dijadikan kebun kelapa sawit.

Mengenai asal transmigran yang dikirim ke dua provinsi itu, menurut dia, berasal dari beberapa kecamatan di wilayah selatan yang selama ini sering dilanda banjir, diantaranya Kecamatan Angsana.
(S031/B012)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar