Jakarta (ANTARA) - Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya yang bermain hebat meski kalah 0-1 dari Manchester City pada final Liga Champions 2022/2023 di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki, Minggu WIB.

Dalam laga itu, Inter harus menerima kenyataan pahit setelah gol Rodri pada menit ke-68 membawa City keluar sebagai juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

"Saya mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka hebat, mereka memainkan permainan yang hebat,” kata Inzaghi, dilansir dari laman resmi klub, Minggu.

“Saya memberi pemain pelukan besar seperti yang saya berikan kepada penggemar yang selalu mendukung kami,” imbuhnya.

Livescore mencatat, meski kalah 57 persen penguasaan bola, Nerazzurri unggul statistik 12 tendangan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sedangkan, City hanya mempunyai tujuh tendangan yang tiga di antaranya tepat sasaran.

Berkali-kali Inter mampu memberikan ancaman berarti. Namun, kegemilangan Ederson Moraes di bawah mistar gawang The Citizens membuat tim biru hitam gagal mencetak gol.

“Kami kalah di final yang ingin kami menangkan dengan segala cara, tetapi mereka harus tetap puas. Mereka sempurna sebagai tim. Kami bermain melawan tim yang sangat kuat,“ ucap Inzaghi.

Baca juga: Tekuk Inter pada final Liga Champions, City sukses raih treble winners

Mengomentari jalannya pertandingan, pelatih 47 tahun itu menyayangkan peluang-peluang gol pada babak kedua yang belum mampu membuahkan hasil, di antaranya peluang dari Federico Dimarco pada menit ke-70, Romelu Lukaku pada menit ke-88, dan Robin Gosens pada menit ke-90+5.

Menurutnya, jika ada satu dari peluang-peluang tersebut yang masuk ke gawang, maka ia akan dengan senang hati melanjutkan laga ke babak perpanjangan waktu karena timnya pantas mendapatkannya.

“Di babak pertama kami tidak terlalu tertekan, tetapi seharusnya kami bisa melakukan pergerakan lebih baik,” kata Inzaghi.

“Sebaliknya, di babak kedua, kami bermain bagus dan menciptakan banyak peluang tetapi kami tidak memiliki sentuhan akhir,” imbuhnya.

“Dalam 20 menit terakhir kami nyaris mencetak gol beberapa kali dan saya akan dengan senang hati memainkan perpanjangan waktu karena tim pantas mendapatkannya,” lanjutnya.

Meskipun demikian, pelatih asal Italia itu secara keseluruhan mengaku puas atas capaian timnya pada musim 2022/2023 yang melakoni total 57 pertandingan (Serie A, Coppa Italia, UCL, dan Supercoppa Italian).

Adapun, pada musim ini Inter mendapatkan dua trofi yaitu Supercoppa Italiana dan Coppa Italia. Pada pentas Serie A, tim yang bermarkas di Giuseppe Meazza itu finis di posisi ketiga dengan 72 poin, di bawah SSC Napoli dengan 90 poin dan SS Lazio dengan 74 poin di posisi kedua.

“Kami tiba pada 10 Juni setelah memainkan 57 pertandingan, bagi saya itu adalah perjalanan yang luar biasa. Saya bangga dengan orang-orang ini karena mereka pantas mendapatkan lebih,” tutup Inzaghi.

Baca juga: Pep Guardiola dan Julian Alvarez catat rekor baru setelah juarai UCL
Baca juga: Manchester City terbang ke langit ketujuh


Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2023