London (ANTARA) - Kelompok militan Rusia yang bertempur di pihak Ukraina menyeru tentara bayaran Grup Wagner agar bergabung bersama mereka guna membalas dendam atas kematian pendiri Wagner Yevgeny Prigozhin dan komandan Wagner, Dmitry Utkin.

Otoritas udara Rusia menyebut Prigozhin, Utkin dan delapan orang lainnya berada dalam  pesawat pribadi yang jatuh tanpa ada yang selamat di Moskow utara pada Rabu (23/8).

"Kalian kini menghadapi pilihan serius, kalian bisa terus mengabdi kepada Kementerian Pertahanan Rusia dan menjadi pengawas untuk para eksekutor komandan kalian, atau membalas dendam," kata Komandan Korps Relawan Rusia (RVC) Denis Kapustin dalam pidato video yang disiarkan Kamis malam waktu setempat.

"Untuk membalas dendam, kalian harus memihak Ukraina," kata Kasputin.

Kecelakaan itu terjadi dua bulan setelah Prigozhin dan Wagner melancarkan pemberontakan melawan para petinggi militer Rusia.

Mereka sempat menguasai kota Rostov di Rusia selatan dan tengah merangsek menuju Moskow sebelum berputar balik sekitar 200 kilometer dari ibu kota Rusia itu.

Rusia sudah menggelar penyelidikan atas kecelakaan tersebut, tetapi hasilnya sepertinya tak akan menggoyahkan keyakinan bahwa Prigozhin dibunuh sebagai tindakan balas dendam karena memberontak.

Baca juga: Kematian Prigozhin hadirkan dilema bagi Putin

Reuters sebelumnya mengutip dua pejabat AS pada Kamis yang menyatakan sebuah rudal jelajah darat-ke-udara kemungkinan besar mengenai pesawat tersebut.

Pentagon kemudian mengaku tidak memiliki bukti yang mendukung klaim tersebut.

Setelah bungkam selama 24 jam, Presiden Rusia Validimir Putin akhirnya menyampaikan "belasungkawa yang tulus" kepada pihak keluarga korban dari 10 penumpang pesawat tersebut, dan menyanjung Prigozhin sebagai "pengusaha berbakat".

Komandan RVC Kapustin, seorang warga negara ekstrem kanan Rusia, mendirikan kelompok bersenjata tersebut setahun  silam.

RVC berperang di pihak Ukraina dan mengaku berada di balik sejumlah serangan militer di wilayah perbatasan Rusia.

"Mari kita akhiri operasi militer khusus yang berdarah-darah ini," kata Kapustin dalam pidatonya kepada para petempur Wagner dengan menggunakan istilah resmi Rusia untuk invasi di Ukraina.

"Setelah itu, kita akan berbaris ke Moskow dan kali ini kita tidak akan berhenti 200 kilometer sebelum jalan lingkar Moskow, tetapi akan terus bergerak sampai akhir," kata dia.

Baca juga: Kisah Yevgeny Prigozhin yang lewati garis merah Putin

Sumber: Reuters
 

Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2023