Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah berencana melelang penjualan empat seri Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara dengan target indikatif sebesar Rp1,5 triliun, pada Selasa 25 Maret 2014.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di laman resminya, di Jakarta, Rabu, menjelaskan empat seri yang dilelang yakni tiga seri sukuk negara berbasis proyek dan satu seri sukuk negara berjangka pendek.

Tiga sukuk negara berbasis proyek tersebut adalah seri PBS003 (penjualan kembali), PBS005 (penjualan kembali) dan PBS006 (penjualan kembali). Sedangkan sukuk negara jangka pendek yaitu seri SPN-S 12092014 (penjualan kembali).

Penjualan Sukuk Negara melalui lelang itu ditujukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2014.

Seri PBS003 memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Januari 2027 dengan tingkat imbalan 6,0 persen, seri PBS005 memiliki tanggal jatuh tempo 15 April 2043 dengan tingkat imbalan 6,75 persen dan seri PBS006 memiliki tanggal jatuh tempo 15 September 2020 dengan tingkat imbalan 8,25 persen.

Aset acuan tiga seri Sukuk Negara itu berupa proyek maupun kegiatan dalam APBN 2014.

Sedangkan untuk seri SPN-S 12092014 akan jatuh tempo 12 September 2014 dengan imbalan secara diskonto serta aset acuan berupa barang milik negara, yaitu tanah maupun bangunan.

Lelang SBSN itu akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN dan lelang bersifat terbuka menggunakan metode harga beragam.

Pada prinsipnya semua pihak, investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang, namun dalam pelaksanaan penyampaian lelang harus melalui peserta yang telah mendapat persetujuan Kementerian Keuangan.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan.

Setelmen atau penyelesaian akhir transaksi penjualan SBSN itu akan dilaksanakan pada 27 Maret 2014 atau dua hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang.


Pewarta: Agus Salim
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014