Jakarta (ANTARA News) - Waktu istirahat di sekolah membawa pengaruh terhadap jumlah sayur yang dikonsumsi anak.

"Jam istirahat adalah hal penting bagi anak. Jika harus memilih, mereka akan pilih istirahat daripada makan sayur," kata Joe Price, profesor dari Departemen Ekonomi Brigham Young University.

Penelitian yang dipimpin oleh Price dan David Just, direktur Pengaruh Perilaku Ekonomi terhadap Program Nutrisi Anak Cornel Center, Cornell University, ini menunjukkan waktu istirahat yang dimajukan sebelum makan siang meningkatkan angka konsumsi sayur.

Mereka meneliti tujuh sekolah dasar di distrik Utah: tiga mengubah waktu istirahat sebelum makan siang dan empat sekolah lainnya istirahat setelah makan siang.

Sekolah yang menjadwalkan istirahat sebelum makan siang menunjukkan 54 persen anak makan sayur dan buah lebih banyak.

Peneliti juga mencatat ada penambahan sekitar 45 persen anak yang sekurang-kurangnya makan satu sayur dalam sehari.

Sementara itu, di sekolah yang melakukan istirahat setelah makan siang, jumlah anak yang makan sayur lebih sedikit.

"Bukan hanya apa yang disajikan, tapi juga dengan jadwal yang tepat, hasilnya akan besar," kata Price tentang studi tersebut.

Price juga berspekulasi memajukan waktu istirahat menjadi sebelum makan siang akan membantu anak memunculkan napsu makan sebelum mereka duduk untuk makan siang.

Temuan itu juga menunjukkan jam istirahat yang dimajukan mengurangi 40 persen sampah.

"Artinya, lebih banyak makanan yang masuk ke perut daripada tempat sampah," lanjut Price.

Studi yang dimuat di jurnal Preventive Medicine tersebut juga menunjukkan orang tua yang makan bersama anak mereka lebih berhasil membuat anak mereka mengonsumsi makanan yang sehat.


Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015