Seoul (ANTARA News) - Bursa saham Korea Selatan menguat pada Jumat karena kekhawatiran atas Ukraina berkurang, setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Ukraina menyusul pembicaraan antara Ukraina, Rusia, Jerman dan Prancis.

Indikator utama pasar Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 15,87 poin atau 0,82 persen, menjadi 1.957,50 pada penutupan. Volume perdagangan mencapai 342,8 juta saham senilai 4,01 triliun won (3,65 miliar dolar AS).

Menambah optimisme, harga minyak yang lebih tinggi mengurangi kekhawatiran tentang fluktuasi harga minyak, demikian seperti dilaporkan Xinhua.

Kebanyakan saham berkapitalisasi besar berakhir "bullish". Penggerak utama pasar Samsung Electronics naik 1,3 persen, dan produsen mobil terkemuka Hyundai Motor naik 1,9 persen.

Pemasok tenaga listrik milik negara, Korea Electric Power Corp, naik 2,2 persen, dan Cheil Industries, perusahaan induk de-facto Samsung Group, naik 6,1 persen.

Investor asing dan institusi, masing-masing membeli saham senilai 165 miliar won dan 77 miliar won, mendorong kenaikan KOSPI. Investor ritel melepas saham senilai 234 miliar won dalam upaya mengunci keuntungan baru-baru ini.

Indeks saham teknologi Kosdaq melompat 0,97 persen menjadi menetap di 608,07, penutupan tertinggi sejak Juni 2008. Celltrion, pengembang obat bio, melonjak 14,9 persen, mendorong Kosdaq maju.

Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.097,0 won terhadap melawan greenback, naik 13,7 won dari penutupan Kamis.

Sementara itu, harga obligasi berakhir lebih tinggi. Imbal hasil pada surat utang negara tiga tahun turun 2,5 basis poin menjadi 2.050 persen, dan imbal hasil pada obligasi pemerintah 10 tahun turun 0,6 basis poin menjadi 2,400 persen.

(Uu.A026)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015