Paris (ANTARA News) - Bebas dari hooliganisme menjadi salah satu syarat yang mencuat bagi negara yang akan menjadi tuan rumah Euro 2012, meski Italia difavoritkan untuk keluar sebagai pemenang bagi penyelenggaraan pesta sepakbola di Eropa itu. Pengambilan suara bagi Euro 2012 baru dilakukan pada Rabu waktu setempat di Cardiff. Italia menjadi salah satu negara favorit, dengan pesaing utama Hungaria-Kroasia dan Polandia-Ukraina. Kekerasan yang merebak dalam hooliganisme akan mengganjal laju Italia, kata seorang anggota kehormatan dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Luca Pancalli kepada AFP. "Saya optimistis," katanya singkat. "Meski, secara paradoks, saya masih diliputi dengan keraguan mengenai apa yang sesungguhnya terjadi." Kekerasan dalam sepakbola menjadi topik hangat di Eropa dalam musim ini, menyusul terbunuhnya seorang polisi dalam pertandingan "derby" antara Catania dan Palermo pada Februari. Kekerasan juga melanda para pendukung Manchester United ketika tim itu berlaga melawan AS Roma, di Roma, dalam Liga Champions. Ketika itu para fans MU menerobos barikade polisi. Namun Pancalli masih belum yakin benar bahwa hoologanisme bakal menyumbat antusiasme Italia. "Kekerasan bukanlah masalah yang hanya ada di dalam sepakbola Italia. Kekerasan ada di mana-mana." "Tambahan bahwa Komite Olahraga Italia dan federasi sepakbola setempat telah bereaksi secara tepat dan cepat." Bukan tanpa masalah Polandia dan Ukraina juga bukan tanpa masalah. Ukraina masih didera dengan krisis politik dan otoritas sepakbola Polandia belum pulih benar dengan skandal korupsi. "Publik tidak perlu panik jika pertandingan diselenggarakan di Kiev. Ukraina akan melewati pemilihan umum yang demokratis. Situasi akan kembali stabil," kata Menteri Olahraga Polandia, Tomasz Lipiec. "Faktanya, kami terus mencanangkan kampanye anti-korupsi." Ia kemudian melontarkan kritik atas sesama negara penyelenggara Euro 2012. "Anda dapat saja berbicara mengenai pemerintahan yang tidak stabil di Italia dan korupsi dalam sepakbola. Tambahan mereka sedang berhadapan dengan masalah hooligan." "Hungaria juga dilanda isu ketidakstabilan politik, sementara keamanan di stadion Kroasia juga menghadapi masalah." Sementara itu, Hungaria dan Kroasia mengonsentrasikan diri pada nilai tambah yang ditawarkan ketimbang mengungkit masalah yang ada di antara negara pesaing mereka. "Saya yakin, kami akan menang dan menjadi negara penyelenggara Euro 2012," kata Presiden Asosiaso Sepakbola Kroasia, Vlatko Markovic. "Saya berada saat pemaparan mengenai penawaran. Kami datang dengan seratus lembar halaman yang berisi sejumlah fasilitas pendukung. Sementara negara lain datang dengan booklet yang tipis." Manajer proyek Euro 2012 asal Hungaria, Tamas Gyarfas, juga yakin bahwa Hungaria-Kroasia tampil dengan penawaran terbaik. "Italia dikenal sebagai kekuatan besar dalam sepakbola dan negara ini menjadi juara dunia. Namun saya berharap penawaran yang terbaik akan keluar sebagai pemenang untuk menyelenggarakan Euro 2012," katanya. (*)

Copyright © ANTARA 2007