Canberra (ANTARA News) - Australia, Kamis, menandatangani kontrak awal dari serangkaian kontrak yang akan membuat angkatan udara negara itu membeli 24 pesawat tempur dan serang F/A-18F Super Hornet dari Amerika Serikat, kata Departemen Pertahanan. Departemen Pertahanan Australia mengatakan pihaknya telah menandatangani kontrak awal senilai 2,9 miliar dolar Australia (2,4 miliar dolar AS), yang hampir separuhnya dari program penambahan senilai enam miliar dolar. Pesawat-pesawat itu akan dilengkapi dengan kemampuan tempur-pembom untuk Angkatan Udara Australia (FAAF) setelah sejumlah pesawat F-111 yang cukup tua dipensiunkan pada 2010, serta menjelang kedatangan pesawat F-35 JSF pada 2015. Departemen Pertahanan menyebutkan F/A-18F sebagai'pesawat yang berkemampuan tinggi, petempur handal, dan multi-peran' yang dirancang oleh Angkatan Laut AS untuk dikembangkan sampai 2030. "Pesawat itu akan menjamin kemampuan tempur udara kami sebelum memasuki masa peralihan ke jenis pesawat tempur segala matra F-35 pada dasawarsa mendatang," kata departemen itu kepada AFP. Australia, sekutu militer AS terpenting, berencana untuk membeli 100 F-35 pada sekitar 2015 dengan biaya sekitar 19 miliar dolar, yang membuatnya menjadi proyek pengadaan militer terbesar di dalam sejarah Australia. Pesawat tempur JSF berkemampuan intai, pesawat supersonik multi-peran, yang pengembangannya didanai oleh konsorsium internasional yang dipimpin oleh AS dan termasuk Inggris, Australia dan Kanada. Proyek senilai 240 miliar dolar AS ini menghadapi penangguhan dan biayanya dihentikan namun F-35 Lightning II telah membuat keberhasilan awal dalam tes penerbangannya pada Desember lalu. Departemen Pertahanan AS berencana akan membeli 2.400 pesawat tempur ini, sedangkan penjualan secara internasional akan mencapai 2.000 sampai 3.500 unit pesawat. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2007