counter

Industri baja Jepang desak Trump ambil keputusan perdagangan cermat

Industri baja Jepang desak Trump ambil keputusan perdagangan cermat

Ilustras baja-baja lembaran yang baru keluar dari mesin. (focustaiwan.tw)

Tokyo (ANTARA News) - Pebisnis industri baja Jepang mengatakan, pembatasan impor baja yang diajukan Departemen Perdagangan Amerika Serikat kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melanggar prinsip-prinsip perdagangan bebas dan meminta Washington untuk membuat keputusan yang cermat dan tepat. 

Departemen Perdagangan Amerika Serikat merekomendasikan Trump memberlakukan batasan impor baja dan aluminium dari China dan negara lain, mulai dari tarif global dan spesifik negara hingga kuota impor yang luas.

"Rekomendasi tersebut melanggar prinsip perdagangan bebas, yang merupakan fondasi bagi pembangunan dan kemakmuran ekonomi global," kata Ketua Federasi Besi dan Baja Jepang, Kosei Shindo, dalam  pernyataan.

"Kami berharap Trump akan melakukan penilaian yang hati-hati dan tepat," kata Shindo, yang juga mengepalai pabrik baja terbesar Jepang Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp.

Yasuji Komiyama, direktur divisi industri logam Kementerian Perekonomian, Perdagangan dan Industri Jepang, menolak untuk mengomentari proposal Departemen Perdagangan AS, dengan mengatakan keputusan akhir belum tercapai.

"Tapi Jepang percaya bahwa impor baja dan aluminium dari Jepang tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional AS," katanya.

Jepang mengekspor sekitar 2 juta ton produk baja setahun ke Amerika Serikat, hanya sekitar 5 persen dari total pengiriman baja ke luar negeri, namun pembuat baja nasional prihatin atas kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

"Kekhawatiran terbesar saya adalah seberapa jauh Presiden Trump akan menutup perdagangan," kata Eiji Hayashida, presiden JFE Holdings Inc, produsen baja nomor 2 di Jepang.

"Jika Amerika Serikat mengambil tindakan (untuk mengekang impor), hal itu dapat memicu pembalasan oleh negara lain. Yang paling merepotkan adalah melihat dunia menuju proteksionisme, "katanya.

Eksekutif senior Nippon Steel juga mengatakan bahwa perusahaan khawatir tindakan perdagangan Amerika Serikat dapat membanjiri Asia dengan produk baja karena tidak ada tempat lain untuk ekspor.

"Saya tidak tahu apakah langkah Amerika Serikat benar-benar akan membuat produsen baja Amerika Serikat, pengguna baja dan konsumen senang," kata Kiyoshi Imamura, Managing Director Tokyo Steel Manufacturing, produsen baja tungku listrik atas Jepang.

Beberapa anggota Parlemen Amerika Serikat dan pengguna baja dan aluminium telah mendesak agar berhati-hati dalam melakukan tindakan perdagangan yang dapat menyebabkan gangguan atau lonjakan harga bahan baku yang ditemukan dalam segala hal mulai dari mobil hingga peralatan, pesawat terbang dan konstruksi.

Penerjemah: Sella Gareta
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menteri BUMN optimis Blast Furnace sehatkan Krakatau Steel

Komentar