London (ANTARA News) - Dengan 325 juta buku terjual di seluruh dunia untuk enam volume pertama dalam serial "Harry Potter", demikian menurut penerbit Inggris, dan buku ketujuh dan terakhir diperkirakan akan habis diborong, kisah bocah penyihir itu merupakan salah satu buku paling laris sepanjang masa. "Harry Potter" adalah bintang global sejati, dengan penerjemahan ke dalam 64 bahasa, dan alih bahasa ke bahasa ke-65, yakni Bahasa Frisian, kini sedang berlangsung. Frisian adalah sebuah bahasa Jerman yang diucapkan oleh kurang lebih 400.000 orang di berbagai wilayah Jerman dan Belanda Buku Harry Potter yang mengenakan kaca mata masih kalah jauh sebagai buku terlaris sejagad. Kitab Injil jumlahnya diperkirakan mencapai beberapa miliar buku, sedangkan "Buku Merah Kecil" tulisan Mao Zedong, jumlah cetakannya mencapai satu miliar kopi setelah ditetapkan menjadi bacaan wajib di China pada akhir dekade 1960-an. Namun demikian, "Harry Potter" telah menenggelamkan pamor buku terlaris sebelumnya, yaitu "Da Vinci Code", tulisan Dan Brown, yang telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa dengan jumlah buku yang dicetak mencapai hampir 40 juta sejak penerbitannya pada 2003. Sejak itu, dua judul buku lain Dan Brown berikutnya telah membukukan penjualan sebanyak beberapa juta kopi. Bukan yang pertama JK Rowling, pencipta kisah bocah penyihir itu, bukan wanita Inggris pertama yang menulis buku dengan keberhasilan literer yang mencapai tingkat global. Enid Blyton, yang dikagumi Rowling, menulis lebih dari 500 buku anak-anak yang penjualannya mencapai lebih dari 400 juta buku di seluruh dunia. Buku-buku Agatha Christie yang berjumlah 80 judul telah terjual di atas dua miliar kopi. Buku terakhir Harry Potter, "Harry Potter and the Deathly Hallows", akan beredar pada 21 Juli. Rowling mengatakan beberapa tokoh cerita akan mati pada buku terakhir, namun dia tak menyatakan apakah bocah penyihir itu termasuk di antara mereka. Para pembaca setia Harry Potter tentu saja merasa waswas. Mereka telah mendesak Rowling lewat sebuah petisi agar terus menulis novel tentang bocah penyihir itu, setelah dia mengakui "tak pernah menyatakan tidak" untuk terus menulis buku. "Petisi Selamatkan Harry" itu menyerukan kepada Rowling agar membatalkan keputusannya mengakhiri serial laris itu pada buku ketujuh dan terakhir. "Jutaan, mungkin miliaran dari kami, menyukai membaca petualangannya dan kami tak pernah menginginkan serial itu berakhir, kata petisi online itu, yang diluncurkan Senin lalu pada www.saveharrypotter.co.uk, seperti dilaporkan AFP. (*)

Copyright © ANTARA 2007