counter

Bekraf ikuti pameran kuliner terbesar Asia Tenggara

Bekraf ikuti pameran kuliner terbesar Asia Tenggara

Ilustrasi - Festival Kuliner Internasional. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengirimkan tiga pelaku usaha rintisan kuliner yang menjuarai Food Startup Indonesia (FSI) 2017 untuk mengikuti pameran kuliner terbesar di Asia Tenggara, Food Hotel Asia 2018.

"Tiga besar FSI 2017 yang didukung Bekraf juga telah berpengalaman dalam bertransaksi keluar Indonesia," kata Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Tiga perwakilan Indonesia yang dikirim ke Food Hotel Asia adalah usaha kuliner Matchamu dari Yogyakarta, Ladanglima dari Surabaya, dan Chilibags dari Bogor.

Mereka bertiga adalah juara dalam FSI, yang merupakan acara yang digelar Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan kuliner kepada ekosistem kuliner terpadu serta meningkatkan akses permodalan nonperbankan.

Tidak hanya mendukung FSI, Bekraf juga akan mendukung Warung Upnormal dari Bandung yang akan memasarkan kopi dari Indonesia di pasar global, dan Foodlab Indonesia dari Yogyakarta yang akan melakukan Validasi Soto Indonesia untuk bisa sejajar kuliner dunia lainnya.

Pada pameran kuliner terbesar Asia Tenggara kali ini, Bekraf bekerja sama dengan Atase Perdagangan KBRI Singapura dalam membuka Paviliun Indonesia yang menawarkan beragam produk nusantara.

Profil pengunjung Food Hotel Asia 2018 tercatat dikunjungi perwakilan dagang dari kawasan Eropa, Timur Tengah dan Asia. Diperkirakan sekitar 80.000 pengunjung akan menghadiri pameran tersebut dan diikuti sekitar 4.000 peserta pameran dari 68 negara.

Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan tugas daan fungsi deputi pemasaran Bekraf untuk membuka kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif ke pasar global dan membawa nilai tambah untuk Indonesia di masa depan.

PDB ekonomi kreatif subsektor kuliner pada 2015 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekonomi kreatif oleh BPS, yaitu mencapai 41,69 persen.

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Bisnis kuliner akan tetap menjadi tren waralaba

Komentar