Metropolitan

Grup "Whatsapp" percepat koordinasi dengan sekolah

Grup "Whatsapp" percepat koordinasi dengan sekolah

Sebanyak 223 kepala sekolah dan 446 siswa SMA/SMK di Jakarta Selatan mengikuti Deklarasi Pelajar Anti-Tawuran di Aula SMA Takaranita, Rabu (25/9/2018). (Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA News) - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali berupaya mempercepat koordinasi dalam menanggulangi dan mencegah aksi tawuran di kalangan pelajar dengan membuat grup pada aplikasi pengirim pesan Whatsapp yang beranggotakan para kepala sekolah dan siswa SMA/SMK.

"Ada dua grup Whatsapp, yang pertama beranggotakan kepala sekolah SMA/SMK negeri dan swasta di Jakarta Selatan, adminnya satu, Kasudin (Kepala Suku Dinas) Pendidikan (Joko Sugiarto) yang buat," kata Marullah di Jakarta, Kamis.

Grup yang kedua, ia menambahkan, akan beranggotakan para perwakilan siswa dari 223 SMA dan SMK di Jakarta Selatan.

"Grup Whatsapp yang kedua, Pak Kasudin (Pendidikan) juga yang buat. Dari perwakilan siswa, nanti ditunjuk ketua kelasnya. Di grup siswa itu nanti saya diundang masuk. Saya akan dengar curhatan (curahan hati) siswa," kata Marullah.

Upaya mempercepat koordinasi melalui grup Whatsapp dengan pihak sekolah dilakukan Marullah sebagai tindak lanjut atas Deklarasi Pelajar Anti-Tawuran yang diikuti oleh 446 siswa SMA/SMK di Aula SMA Takaranita, Jakarta Selatan, Rabu.

Dalam deklarasi itu, ratusan pelajar menyebut enam ikrar sebagai pelopor anti-tawuran.

Deklarasi tersebut berbunyi: "kami para pelajar Jakarta Selatan, dengan penuh kesadaran dan mengharap ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa, berikrar, satu,  akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk bekal kami sebagai generasi penerus bangsa".

"Kedua, (kami akan) senantiasa berusaha untuk menjalankan kewajiban sebagai insan beragama, serta berbakti kepada orang tua. Tiga, mematuhi tata tertib sekolah serta peraturan perundang-perundangan di Negara Republik Indonesia. Empat, tidak akan melakukan bullying (perundungan), perkelahian, dan tawuran, karena akibatnya sangat merugikan semua pihak, khususnya kami para pelajar. Lima, tidak akan mencoba-coba menggunakan narkoba yang merusak masa depan kami. Enam, siap mengatakan tidak pada narkoba dan ajakan untuk melakukan tawuran," sebut ratusan siswa Jakarta Selatan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Marullah sempat menghimbau guru dan kepala sekolah untuk melakukan inspeksi mendadak, khususnya ke barang bawaan siswa.

"Perlu sesekali, mendadak, guru-guru memeriksa barang bawaan siswa," kata Marullah.
Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali memberi arahan ke 223 kepala sekolah dan 446 siswa SMA dan SMK pada Deklarasi Pelajar Anti-Tawuran di Aula SMA Takaranita, Jakarta Selatan, Rabu (26/9). (Genta Tenri Mawangi)


Usai memberi arahan, walikota Jakarta Selatan itu juga memberi tahu 223 kepala sekolah bahwa dirinya juga akan melakukan inspeksi mendadak ke SMA/SMK di Jakarta Selatan.

"Sidak (inspeksi mendadak) kita sudah mulai dari kemarin, di beberapa tempat, saya jalan sendiri, sekarang mesti begitu. Hingga saat ini, tiap jalan (sidak) memang selalu ada temuan, tetapi belum mengkhawatirkan, kebanyakan normatif saja. Harapannya, ke depan temuannya lebih positif," terang Marullah.

Baca juga: Wali Kota Jaksel perintahkan sekolah petakan masalah tawuran
Baca juga: Polisi buru penganiaya pelajar SMA hingga tewas

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar