counter

Bank Dunia tekankan pentingnya dorong pertumbuhan kelas menengah Indonesia

Bank Dunia tekankan pentingnya dorong pertumbuhan kelas menengah Indonesia

Ekonom Grup Bank Dunia (World Bank Group) Vivi Alatas dalam acara Indonesia Economic Outlook 2019 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (12/11/2018). (ANTARA News/Calvin Basuki)

Menumbuhkan populasi kelas menengah akan bisa mencapai potensi pembangunan yang maksimal
Depok (ANTARA News) - Ekonom senior Grup Bank Dunia (World Bank Group) Vivi Alatas mengatakan upaya mendorong pertumbuhan kelas menengah merupakan faktor penting bagi Indonesia untuk lolos dari kemungkinan jeratan jebakan negara kelas menengah.

"Menumbuhkan populasi kelas menengah akan bisa mencapai potensi pembangunan yang maksimal dan mendorong status Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi," kata Vivi dalam acara Indonesia Economic Outlook 2019 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin.

Ia menjelaskan bahwa kelas menengah merupakan motor penggerak ekonomi karena memegang 47 persen dari total konsumsi rumah tangga Indonesia, di luar konsumsi kelas atas.

Kelas menengah juga berinvestasi pada pendidikan, sehingga peningkatan populasi kelas menengah akan dapat menghasilkan dampak lintas generasi. Baca juga: Presiden Jokowi: kelas menengah jadi kekuatan ASEAN

Vivi juga berpendapat bahwa kelompok masyarakat kelas menengah menciptakan lapangan kerja. Sekitar 42 persen pemilik usaha dengan karyawan yang digaji datang dari kelas menengah.

Lebih lanjut, Vivi menegaskan bahwa kehadiran pemerintah penting dalam mendorong pertumbuhan kelas menengah, terutama dalam menyediakan kebutuhan kontrak sosial baru dan komitmen.

Baca juga: Pemerintah harap THR gerakkan konsumsi kelas menengah

Ia mengatakan pemerintah punya banyak peranan terutama melalui tiga strategi yaitu memberikan kesempatan yang sama, melakukan perbaikan mobilitas ekonomi, dan perlindungan sosial.

"Kalau ingin meningkatkan kemungkinan naik kelas, yang penting adalah memberikan kesempatan yang sama. Hal ini menyangkut dua isu utama yaitu kesenjangan akses pendidikan dan stunting (gizi buruk)," ujar Vivi.

Pemerintah juga didorong untuk mampu menambah kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan kerja sekaligus memperbaiki sistem perlindungan sosial menjadi lebih terintegrasi.

Baca juga: IHSG ditutup turun terpicu aksi lepas saham "blue chip"

Baca juga: Rupiah kembali melemah imbas kekhawatiran bunga Fed

 

Pewarta: Calvin Basuki
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar