counter

Delapan kelurahan di Jakarta Barat potensi banjir akibat luapan Pintu Air Angke Hulu

Delapan kelurahan di Jakarta Barat potensi banjir akibat luapan Pintu Air Angke Hulu

BPBD DKI Jakarta data tinggi muka air di beberapa pintu air di wilayah ibukota per Rabu (12/12). (Infografik BPBD DKI Jakarta)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengumumkan, Pintu Air Angke Hulu per pukul 19.00 WIB, Rabu, 
meluap mencapai level 225 centimeter atau Siaga III Waspada, dan menghimbau agar delapan kelurahan di Jakarta Barat untuk bersiap mengantisipasi datangnya aliran air.

Delapan kelurahan yang dimaksud, antara lain, Rawa Buaya, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, Kembangan Utara,Kedoya Utara, Duri Kosambi, Kapuk, dan Kedung Kaliangke.

Tinggi permukaan air di Pintu Air Angke Hulu terus meningkat sejak pukul 15.00 WIB pada level 130 cm, kemudian 160 cm pada pukul 16.00 WIB, 180 cm pada pukul 17.00 WIB, dan 200 cm pada pukul 18.00 WIB.

Sejak pukul 15.00 WIB-18.00 WIB, kondisi cuaca di kawasan pintu air masih mendung.

Namun pada pukul 19.00 WIB, kondisi cuaca mulai gerimis dan tinggi permukaan air sudah masuk Siaga III pada level 225 cm.

Terkait itu, BPBD DKI Jakarta telah menginformasikan camat dan lurah tiap wilayah untuk mempersiapkan jajarannya di saat luapan air mulai membanjiri wilayah tersebut.

Di samping ke jajaran pemerintahan, pihak BPBD juga telah menyebarkan informasi melalui media sosial Twitter, Facebook, laman resmi, dan grup Whatsapp terkait potensi banjir di delapan kelurahan Jakarta Barat.

Walau demikian, sejak Rabu siang, tiga kelurahan di Jakarta Barat, yaitu Rawa Buaya, Kamal, dan Duri Kosambi sudah digenangi banjir setinggi 10-50 cm.

Banjir di Kamal disebabkan oleh pasang air laut, sementara banjir di Rawa Buaya dan Duri Kosambi terjadi karena hujan deras.  

Baca juga: Tiga kelurahan Jakarta Barat kena banjir
 

Pewarta: Genta Mawangi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

KPK siapkan 250 alat monitor bagi obyek pajak Kota Malang

Komentar