Tim Exist optimistis saingi tim unggulan 2020

Tim Exist optimistis saingi tim unggulan 2020

Wakil Manajer Tim PB Exist Hendro Santoso mengaku timnnya tidak mematok target dalam Kejurnas PBSI 2018 yang berlangsung di Britama Arena Jakarta, pada 18-22 Desember. PB Exist meraih putaran semifinal setelah kalah dari PB Jaya Raya 2-3. (Humas PBSI)

Jakarta, (ANTARA News ) - Tim bulu tangkis asal DKI Jakarta Exist optimistis bersaing dengan tim-tim unggulan seperti PB Djarum ataupun Jaya Raya pada Kejuaraan Nasional 2020 setelah meraih putaran semifinal dalam Kejurnas PBSI 2018.

"Kami tidak punya target khusus pada kejuaraan tahun ini. Kami harus mengakui kekuatan tim kami masih berada di bawah tim-tim lain sehingga pemain kami bermain tanpa beban. Tapi, kami tidak ingin menjadi tim pelengkap saja," kata Wakil Manajer Tim PB Exist Hendro Santoso di Jakarta, Sabtu.

Tim PB Exist, dalam Kejuaraan Beregu Campuran Divisi I Kejurnas PBSI 2018, mengantongi dua kemenangan dan satu kekalahan pada pertandingan grup B.

Exist meraih dua kemenangan masing-masing pada pertandingan menghadapi tim SGS PLN Bandung 3-2 dan melawan tim PBAD Bandung 5-0. Sedangkan menghadapi tim PB Djarum Kudus, tim Exist kalah tipis 2-3.

PB Exist lantas melaju putaran semifinal dan kalah dari tim PB Jaya Raya Jakarta dengan skor 2-3. Tim yang bermarkas di Cibinong Kabupaten Bogor itu mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhannya yang meraih putaran semifinal.

"Saya sampaikan kepada para pemain terkait penampilan mereka membanggakan tim. Usia pemain kami rata-rata di bawah 25 tahun. Saya yakin mereka akan menjadi pemain yang matang dua tahun lagi dan kami akan punya banyak pemain andalan saat itu," kata Hendro.

PB Exist mengandalkan dua pemain tunggalnya yaitu Chico Aura Dwi Wardoyo pada tunggal putra dan Fitriani pada tunggal putri. Tim itu juga punya pemain-pemain berpotensi seperti Putri Kusuma Wardani, Melani Mamahit, dan Hediana Julimarbela.

"Saat ini, ada beberapa pemain muda kami yang tidak ikut kejurnas karena ada turnamen di Bangladesh dan Turki," kata Hendro. 
(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar