counter

Debat Capres

Kata Pengamat, Jokowi bakal andalkan pencapaian infrastruktur pada debat kedua

Kata Pengamat, Jokowi bakal andalkan pencapaian infrastruktur pada debat kedua

Presiden Joko Widodo mengamati peta jalan tol disela peresmian ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018). Peresmian tujuh ruas jalan tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo menandai terhubungnya Tol Merak hingga Surabaya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

Iya, ini bisa jadi senjata
Jakarta (ANTARA News) -  Capaian sejumlah pembangunan infrastruktur dinilai dapat menjadi senjata calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat debat  kedua yang digelar pada Minggu (17/2).

"Pembangunan infrastruktur ini yang paling kelihatan dari kampanye lalu. Tagline pembangunan infrastruktur memang bukan hanya jargon. Iya, ini bisa jadi senjata," kata Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto dihubungi di Jakarta, Senin.

Ia menilai salah satu pencapaian pembangunan infrastruktur Jokowi adalah Tol Trans Jawa yang dapat langsung dirasakan.

"Terlepas dari masih adanya kekurangan, realisasi pembangunan infrastruktur, termasuk Tol Trans Jawa patut kita apresiasi," ujarnya.

Kendati demikian, pembangunan infrastruktur masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, salah satunya adalah dampaknya bagi perekonomian daerah yang dipandang belum menyentuh secara keseluruhan.

"Misalnya saja para pedagang di sepanjang jalan Pantai Utara (pantura) yang memang jadi kehilangan pelanggan setelah adanya Tol Trans Jawa. Nah, ini perlu juga diperhatikan," ujar Eko.

Menurutnya, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tersebut seharusnya dapat diberdayakan, sehingga pembangunan Tol Trans Jawa tetap dapat memberi dampak ekonomi kepada mereka.

Eko menambahkan pembangunan area peristirahatan di setiap kabupaten yang dilewati Tol Trans Jawa dapat menjadi salah satu solusi, di mana tempat tersebut dapat diisi oleh pelaku UMKM untuk menjajakan usahanya.

"Tapi kuncinya adalah mereka diberi sewa harga yang terjangkau. Tidak harus digratiskan, namun sesuai dengan pendapatan mereka," ungkapnya.

Lebih jauh Eko memperkirakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak akan mendorong infrastruktur terlalu dalam dalam debat kedua.

"Menurut saya kalau secara tagline besarnya kayaknya akan lebih rasional, tidak akan mendorong terlalu banyak dari infrastruktur, karena kritiknya kan utang. Memang sebagian utang untuk infrastruktur," katanya.

Namun, menurut dia, Prabowo perlu menawarkan konsep untuk memastikan bagaimana infrastruktur yang ada saat ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Saya yakin di kubu Prabowo sebetulnya juga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur juga penting. Jadi, perlu dipikirkan bagaimana infrastruktur yang sudah sebagian terbangun bisa mendorong perekonomian," ujar Eko.

Baca juga: Pengamat: Pemerintah harus jelaskan program listrik 35.000 MW tidak gagal

Baca juga: Pemerintah siapkan 1,2 juta sambungan listrik gratis tahun ini

 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar