counter

Bulu tangkis

Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro

Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro

Pebulu tangkis tunggal putra dari tim Djarum Kudus Ihsan Maulana Mustofa mengembalikan kok saat bertanding melawan pebulu tangkis tunggal putra dari tim Hitachi Jepang Ryotaru Maruo dalam laga penyisihan Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/2/2019). Pertandingan tersebut dimenangkan oleh pebulu tangkis tunggal putra dari tim Djarum Kudus Ihsan Maulana Mustofa dengan skor 17-21, 22-20, 21-18. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Bandung (ANTARA News) - Ihsan Maulana Mustofa dari tim Djarum Kudus berhasil bangkit dari kekalahan dari set pertama dan sukses membalikkan keadaan dengan mengalahkan Ryotaro Maruo dari tim Hitachi dengan skor akhir 17-21, 22-20, dan 21-18.

Pada pertandingan tim putra Grup B Djarum Superliga Badminton 2019 di Sabuga Bandung, Rabu, Ihsan mengaku sempat kurang semangat di set pertama sehingga berbuntut dengan kehilangan skor permainan.

"Karena kemarin mainnya kurang bagus, jadi hari ini pokoknya harus bagus. Makanya tadi dicoba terus dan ingin menampilkan yang terbaik untuk penonton," kata Ihsan usai pertandingan.

Ia mengaku pada kejuaraan ini staminanya belum terbangun secara maksimal usai mengalami cedera dan harus absen selama dua pekan untuk proses pemulihan.

Kondisi tersebut menyebabkan pemain kelahiran Tasikmalaya ini sulit bermain secara maksimal termasuk saat dikalahkan Sony Dwi Kuncoro dari tim Jatim United dengan skor 13-21 dan 9-21.
Baca juga: Ihsan akui kalah dari Sony karena ragu-ragu

"Kondisi badan sudah membaik, tapi belum sepenuhnya karena persiapan masih kurang banyak. Dua minggu absen itu terasa sekali dampaknya," pungkas Ihsan.

Dengan kemenangan Ihsan Maulana Mustofa, Djarum Kudus unggul dengan mengantongi satu poin atas Hitachi.
Baca juga: Kurang fokus jadi sebab Jorji kalah dari Mine
Baca juga: Hasil pertandingan sesi dua putaran dua Djarum Superliga Badminton


 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar