counter

Radio Australia, Kanada, Selandia Baru tak putar lagu Michael Jackson

Radio Australia, Kanada, Selandia Baru tak putar lagu Michael Jackson

Michael Jackson pada tahun 1988 (Wikipedia)

Jakarta (ANTARA) - Stasiun radio di Australia, Kanada dan Selandia Baru menolak memutarkan lagu Michael Jackson atas tuduhan pelecehan seksual pada anak yang baru-baru ini kembali mengemuka.

Nova Entertainment di Sydney, Kamis, jadi grup radio terbaru yang mengumumkan mereka tidak akan memperdengarkan lagu Michael Jackson atas respons terhadap opini publik.

Keputusan itu dibuat setelah pemutaran dokumenter "Leaving Neverland" di AS yang menampilkan dua pria yang mengklaim jadi korban pelecehan seksual Raja Pop itu selama bertahun-tahun.

"Atas apa yang baru terjadi, SmoothFM saat ini tidak memutar lagu Michael Jackson," kata media lokal mengutip direktur program Nova Paul Jackson.

Tayangan dokumenter itu belum diputar di Australia. ARN, jaringan radio terbesar kedua di Australia, mengatakan mereka "memantau sentimen pendengar pada hubungan terhadap individu artis."

Di Selandia Baru, lagu-lagu Michael Jackson juga tidak terdengar di radio, setelah ditarik oleh dua jaringan radio terbesar di negara tersebut, MediaWorks dan NZME.

Dua perusahaan itu mendominasi radio komersial.

"Kami tidak memutuskan apakah Michael Jackson bersalah atas pedofilia, kami hanya memastikan stasiun radio kami memutarkan musik yang ingin orang dengar, " ujar direktur konten MediaWorks Leon Wratt pada Magic FM.

Dia mengatakan keputusan itu mewakili pendengar dan keinginan mereka.

Direktur hiburan grup NZME, Dean Buchanan, mengonfirmasi bahwa lagu Michael Jackson tidak diputar di radio, meski dia menghindari bicara soal pelarangan.

Sementara itu, Radio NZ mengatakan lagu-lagu Jackson memang tidak ada di daftar lagu mereka.

Dokumenter HBO yang tayang di AS, Minggu, membuat orang kembali bertanya-tanya tentang hubungan Jackson dengan anak-anak.

Dua pria, James Safechuck dan Wade Robson, mengatakan Jackson melakukan pelecehan seksual saat mereka berusia 10 dan 7 tahun.

Sepanjang hidupnya, desas-desus itu selalu terdengar, namun tidak ada tuduhan yang terbukti.

Dokumenter yang terbagi jadi dua tayangan dengan total durasi empat jam, yang tayang perdana di Festival Film Sundance tahun ini, membuat tuduhan itu terus berlanjut satu dekade setelah sang penyanyi tewas akibat overdosis.

Jackson Estate membantah tuduhan tersebut dan menggugat 100 juta dolar AS pada HBO.

Keputusan untuk tidak memutar musik Jackson tak diragukan lagi akan semakin menodai citranya dan mengakibatkan berkurangnya royalti radio.

Tetapi belum diketahui apakah pendengar di platform digital juga bakal meninggalkan musik sang penyanyi, dan "The Essential Michael Jackson" masih merupakan album ke-65 yang paling banyak diunduh di Australia.

Sebelumnya, belasan stasiun radio Kanada mengatakan mereka tidak akan memainkan lagu ternama Jackson seperti "Billie Jean" dan "Bad" untuk saat ini.

"Kami memperhatikan komentar-komentar para pendengar, dan film dokumenter yang dirilis pada Minggu malam membuat mereka bereaksi," kata Christine Dicaire dari Cogeco - yang mengoperasikan stasiun radio di Quebec dan Ontario - dalam sebuah pernyataan.

"Untuk saat ini, kami lebih suka mengamati situasi dengan menghapus lagu dari stasiun kami."

Di Inggris, di mana "Leaving Neverland" akan dirilis pada hari Rabu dan Kamis, berbagai laporan mengatakan BBC juga menangguhkan musik Jackson.


Baca juga: Film dokumenter Michael Jackson "Leaving Neverland" hebohkan Sundance

Baca juga: Keluarga Michael Jackson sebut "Leaving Neverland" ibarat hukuman mati

Baca juga: Michael Jackson Estate tuntut HBO Rp1,4 triliun

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar