counter

Kemendag jadikan Hari Konsumen Nasional momentum berdayakan masyarakat

Kemendag jadikan Hari Konsumen Nasional momentum berdayakan masyarakat

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono (paling kanan) dan Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)  Ardiansyah Parmandi (paling kiri) saat menggelar konferensi pers tentang Hari Konsumen Nasional Jakarta, Kamis. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) melakukan berbagai macam kegiatan untuk mempromosikan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) sebagai momentum pemberdayaan masyarakat.

"Konsumen Indonesia  sudah dalam tahap indeks pemberdayaannya di tingkat mampu, dalam arti kata mampu memiliki kesadaran dan menggunakan hak dan kewajibannya sebagai konsumen dan sudah memiliki preferensi produk untuk memperjuangkan hak dan kewajibannya," kata Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono di Jakarta, Kamis.

Sederet kegiatan digelar menjelang puncak perayaan Hakornas yang jatuh pada 20 Maret 2019, di antaranya pekan diskon secara daring dan luring yang berlangsung pada 13—20 Maret 2019 dan terselenggara atas dukungan para pelaku usaha.

Pekan diskon ini dilaksanakan atas kerja sama dengan laman pemasaran (marketplace) seperti Shopee, Blanja.com, Elevenia, Alfamart.com, Matahari.com, dan Gojek.

Secara luring, kerja sama dilakukan dengan ritel seperti Indomaret, Alfamart, Matahari Department Store, dan Sogo Department Store, Alun-Alun Indonesia, Damn I Love Indonesia, Aeon, Kafe Betawi, Bakmi Naga, Ranch Market, dan Farmers Market. Veri menambahkan, kegiatan lain yang masih berjalan yaitu klinik pengaduan yang digelar Kemendag dan BPKN bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, di kota Bandung.

Acara ini berlangsung pada 23 Februari—18 Maret 2019 di Mal Transmart, Yogya Departement Store, dan Giant setiap  Sabtu dan Minggu. “Kegiatan ini diharapkan menggugah masyarakat untuk menyuarakan keluh kesahnya jika merasa dirugikan oleh pelaku usaha,” jelas Veri.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2019, BPKN menggelar kuliah umum dengan tema “Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya”.

Kuliah umum berlangsung serentak di 11 perguruan tinggi di Bandung, yaitu Politeknik Bandung, Universitas Parahyangan, Universitas Kebangsaan, IKIP Siliwangi, Universitas Islam Bandung, Akademi Metrologi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Widyatama, Universitas Telkom, Institut Teknologi Nasional, dan Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Total peserta yang menghadiri kuliah umum tersebut mencapai lebih dari 1.600 mahasiswa. “Kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan secara masif tentang hak dan kewajiban konsumen yang ada dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 kepada para mahasiswa," ujar Kepala BPKN Ardiansyah Parman.

Selain itu, lanjutnya, sebagai kelompok milenial, para mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi corong sosialisasi dan edukasi perlindungan konsumen melalui media sosial miliknya.

Pada 9 Maret 2019, diadakan lomba menggambar di mal Transmart Buah Batu yang diikuti oleh 120 siswa dari 42 Sekolah Dasar di Bandung.

Tujuan pelaksanaan lomba ini yaitu untuk menanamkan semangat konsumen berdaya di usia dini dan membuat para siswa mampu menyampaikan pesan melalui gambar tentang konsumen cerdas dan berdaya, seperti teliti sebelum membeli, memastikan produk bertanda Standar Nasional Indonesia (SNI), memperhatikan label dan manual kartu garansi, serta membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sosialisasi hak-hak konsumen di Bandara Soetta

Komentar