Kesulitan air bersih dialami warga terdampak luapan air Danau Sentani

Kesulitan air bersih dialami warga terdampak luapan air Danau Sentani

Suasana persiapan sumbangan yang hendak didistribusikan kepada warga terdampak luapan air Danau Sentani di Provinsi Papua, Selasa (19/3/2019)(FOTO ANTARA/HO-Dokumen Alumni Uncen)

Kami lagi berupaya untuk mencari tangki air untuk diantar ke titik yang terkena luapan air danau sehingga mereka yang terkena dampak bisa pakai untuk menampung air dan dipakai
Jayapura (ANTARA) - Sejumlah warga yang terdampak luapan air Danau Sentani di Provinsi Papua, kesulitan mendapatkan air bersih karena air danau yang selalu dikonsumsi sudah tercemar.

Ketua Perkumpulan Alumni Persekutuan Mahasiswa Kristen (PA-PMK) Universitas Cenderawasih (Uncen) Ayub Fouw kepada ANTARA di Jayapura, Selasa, mengatakan pihaknya mengetahui warga terdampak luapan air danau kesulitan mendapatkan air bersih ketika pihaknya mengantarkan bantuan buat warga terdampak luapan air Danau Sentani.

"Kami tadi berkoordinasi lalu sebagian teman-teman mendistribusikan sebagian bantuan untuk korban luapan air Danau Sentani, karena mereka butuh tenda-tenda untuk menginap karena rumah mereka tenggelam," katanya.

Bantuan yang diantar buat warga yang terdampak luapan air Danau Sentani itu yakni bahan makanan dan air minum.

Daerah yang terdampak luapan air Danau Sentani yaitu di Kampung Yoka, Kota Jayapura dan di Kalkote, Distrik Sentani Timur, dan Kampung Dondai.

"Kami lagi berupaya untuk mencari tangki air untuk diantar ke titik yang terkena luapan air danau sehingga mereka yang terkena dampak bisa pakai untuk menampung air dan dipakai," katanya.

Ayub menyebutkan, luapan air danau naik menutupi rumah warga sehingga mereka terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk mengamankan diri bersama keluarga,

"Banyak warga yang mengungsi, rata-rata semua naik ke daratan/daerah yang tinggi. Yang paling kritis untuk warga disekitaran danau ini adalah air minum karena setiap hari mereka mengambil air di danau untuk diminum,"

Air Danau Sentani yang biasanya diambil untuk diminum sudah tercemar sehingga sudah tidak bisa/sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

"Air danau yang sering mereka ambil untuk minum tetapi karena sudah tercemar sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan air minum," katanya.

Hujan yang mengguyur Kota Jayapura dan sekitarnya sejak Senin (18/3) malam hingga Selasa (19/3) dinihari menyebabkan banjir dan tanah longsor serta air Danau Sentani meluap.

Dikabarkan air Danau Sentani meluap sehingga warga sekitarnya seperti di jalan Belut, Gelangang dan Yoka yang berada di Distrik Heram mengungsi.

Air Danau Sentani juga meluap di dua lokasi di Sentani, Kabupaten Jayapura yakni di Pantai Kalkote, Distrik Sentani Timur, dan Kampung Dondai.

Baca juga: Danau Sentani meluap, ribuan warga mengungsi

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenparekraf fokus kembangkan wisata dan olahraga air di Danau Toba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar