BNI dorong milenial punya rumah melalui kemudahan sistem perbankan

BNI dorong milenial punya rumah melalui kemudahan sistem perbankan

Sejumlah debitur menandatangani Akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BNI Massal di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019). Penandatanganan 1.946 akad KPR secara serempak di lebih dari 85 Kota di seluruh Indonesia tersebut guna mendukung program satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. ANTARA FOTO/Moch Asim/foc.

BNI optimistis akan menyalurkan lebih banyak kredit hingga akhir 2019, dan menawarkan kemudahan pembayaran uang muka melalui mobile banking, sms banking, maupun internet banking
Surabaya (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong kaum milenial untuk mempunyai rumah melalui kemudahan sistem perbankan, salah satunya produk BNI Griya maupun program KPR Sejahtera BNI-FLPP dari Kementerian PU dan Perumahan rakyat.

Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati di Surabaya, Sabtu, mengatakan, gaya hidup generasi milenial identik dengan lebih fokus mencari pengalaman dan menikmati hidup dengan "happy".

"Mulai dari suka ngopi, travelling, kuliner hingga bergaya mengikuti tren terkini yang kerap membuat milenial diasumsikan bahwa memiliki rumah tidak menjadi prioritas," kata Tambok, saat puncak acara akad kredit massal di Surabaya.

Oleh karena itu, kata dia, BNI hadir menginspirasi generasi muda untuk lebih berani memikirkan masa depannya mulai dari sekarang dengan BNI Griya yang mempunyai keunggulan pembayaran uang muka sebesar 0 persen, dan suku bunga yang ringan dan tetap mulai dari 6,75 persen per tahun efektif fixed 2 tahun pertama dan 7,75 persen per tahun efektif fixed 1 tahun berikutnya.

BNI Griya ditawarkan dengan fleksibilitas fitur angsuran suka-suka, di mana cicilan akan menjadi lebih ringan di awal kredit, disesuaikan dengan penghasilan, sehingga tidak mengubah gaya hidup secara drastis.

Secara umum, BNI optimistis akan menyalurkan lebih banyak kredit hingga akhir 2019, dan menawarkan kemudahan pembayaran uang muka melalui mobile banking, sms banking, maupun internet banking.

"Kemudahan tersebut merupakan langkah BNI dalam membangun cashless society, dan digitalisasi," katanya.

Sementara dalam kegiatan akad kredit massal di Surabaya, Tambok mengatakan, ingin mengulang kesuksesan akad massal sebelumnya yang telah dilaksanakan BNI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 26 September 2018, sehingga kembali menggagas penandatanganan 1.946 akad kredit pemilikan rumah (KPR) secara serempak di sekitar 86 kota di seluruh Indonesia.

Selain di Surabaya, terdapat 85 kota lain yang menjadi lokasi penandatanganan akad kredit massal tersebut di antaranya Medan, Padang Sidempuan, Pemantang Siantar, Tanjung Balai Asahan, Tebing Tinggi, Kabanjahe, Pekanbaru, Bukittinggi, Dumai, Padang, Payakumbuh, Rengat, Solok, Tg BalaiKarimun, Tg. Pinang, Bangko, Baturaja, dan Bengkulu.

"Segala upaya BNI, adalah sebagai wujud komitmen mendukung program satu juta rumah, untuk membantu masyarakat memperoleh rumah," katanya.
 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akhir pelarian Maria Pauline Lumowa yang membobol Bank BNI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar