counter

Pemerintah tetapkan hasil penjualan SR-011 sebesar Rp21,11 triliun

Pemerintah tetapkan hasil penjualan SR-011 sebesar Rp21,11 triliun

Logo sukuk ritel. (Istimewa)

Hasil penjualan ini melebihi target indikatif pemerintah sebesar Rp10 triliun
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menetapkan hasil penjualan dan penjatahan sukuk negara ritel seri SR-011 sebesar Rp21,11 triliun dengan jumlah investor tercatat mencapai 35.026 orang.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyatakan hasil penjualan ini melebihi target indikatif pemerintah sebesar Rp10 triliun.

Jumlah investor SR-011 terbesar berada pada kisaran pembelian Rp100 juta-Rp500 juta yaitu mencapai 13.327 investor atau sebanyak 38,1 persen.

Sedangkan, volume pemesanan terbesar berada pada kisaran pembelian Rp1 miliar-Rp3 miliar dengan total mencapai Rp11,8 triliun atau sebesar 55,9 persen.

Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah pegawai swasta sebanyak 30,9 persen dengan volume pemesanan didominasi oleh wiraswasta sebesar 38,8 persen.

Sementara, berdasarkan kelompok umur, jumlah investor maupun volume pemesanan terbesar didominasi oleh generasi baby boomers yaitu 12.774 investor atau 36,5 persen dengan total pemesanan Rp9,39 triliun.

Sementara itu, generasi Z dengan usia di bawah 19 tahun yang berinvestasi dalam instrumen ritel ini mencapai 37 orang.

Dari 22 mitra distribusi, penjualan terbesar untuk kategori bank konvensional adalah Bank OCBC NISP sebesar Rp2,97 triliun.

Sedangkan, untuk bank syariah adalah Bank Syariah Mandiri sebesar Rp412,89 miliar dan untuk perusahaan sekuritas adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebesar Rp993,52 miliar.

Hingga Maret 2019, pemerintah telah menerbitkan sebanyak tiga instrumen ritel yaitu SBR005, ST-003 dan SR-011 dengan total nominal penerbitan mencapai Rp28,25 triliun.

Penjualan SR-0011 yang menjangkau 35.026 investor ini mengalami peningkatan dibandingkan penjualan ST-003 yang 13.932 investor dengan rata-rata pembelian Rp603 juta per investor.

Penerbitan SR-11 akan dilaksanakan pada 28 Maret 2019 dengan minimum holding period sampai dua periode imbalan sehingga perdagangan di pasar sekunder dapat dilakukan setelah 11 Juni 2019.

Sebelumnya, pemerintah telah membuka masa penawaran SR-011 yang mempunyai tingkat imbalan 8,05 persen dengan tenor selama tiga tahun mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2019.

Baca juga: Pemerintah hanya menyerap Rp8,98 triliun dari lelang sukuk
Baca juga: Pemerintah jual sukuk negara ritel seri SR-011

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar