counter

Dubes RI: Universitas Hawassa Ethiopia ingin tingkatkan kerja sama

Dubes RI: Universitas Hawassa Ethiopia ingin tingkatkan kerja sama

Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur menerima perwakilan Universitas Hawassa. (KBRI Ethiopia)

Bogor (ANTARA) - Universitas Hawassa, salah satu Universitas terbaik di Ethiopia, akan meningkatkan kerja samanya dalam penelitian serta pertukaran dosen dan mahasiswa dengan perguruan tinggi di Indonesia, kata Dubes RI di negara itu.

"Untuk itu, Presiden Universitas Hawassa akan segera berkunjung ke Indonesia," kata Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika dalam pernyataan persnya yang diterima ANTARA di Bogor, Minggu.

Tahun lalu, pimpinan Universitas tersebut telah mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan unsur pimpinan dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air, seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Gajah Mada.

Tekad Rektor Universitas Hawassa Ayano Beraso Hula untuk meningkatkan kerja sama  dengan universitas-universitas di Indonesia itu disampaikan Dubes RI Al Busyra Basnur setelah pertemuan di kampus perguruan tinggi yang berbasis di Kota Hawassa Jumat (12/4).

Hawassa adalah sebuah kota wisata yang terletak sekitar 300 km selatan Addis Ababa. Di kota ini, terdapat Hawassa Industrial Park, tempat sejumlah perusahaan Indonesia melakukan aktifitas dan lebih dari 100 warga negara Indonesia bekerja.

Pada 2014-2015, Universitas Hawassa dinyatakan sebagai perguruan tinggi terbaik di Ethiopia. Adapun Ayano Beraso Hula tercatat sebagai mantan Wali kota Hawassa yang pernah membawa kotanya sebagai kota terbaik di Ethiopia.

"Indonesia dan Ethiopia memiliki hubungan dan kerja sama yang baik di bidang pendidikan dan akan terus kita tingkatkan," kata Dubes Al Busyra Basnur.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pada 2014-2018, Pemerintah Indonesia memberi beasiswa Kemitraan Negara Berkembang kepada 19 orang dan Beasiswa Darmasiswa kepada 23 orang mahasiswa Ethiopia.

"Minat mahasiswa Ethiopia untuk mengikuti Beasiswa Darmasiswa sebenarnya sangat tinggi, namun sering terbentur karena biaya tiket pergi dan pulang bagi peserta ke Indonesia ditanggung sendiri oleh peserta, padahal Ethiopia tergolong 'Least Developed Country' yang perlu dibantu Indonesia sebagai negara yang ekonominya maju dan menjadi anggota G-20," kata Al Busyra.

Sementara itu, Pekan ini KBRI Addis Ababa telah mengirimkan nama-nama 23 calon penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang untuk 2019.

"Saat ini para calon penerima beasiswa tersebut sedang diproses Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai penyelenggara program. Mudah-mudahan lebih banyak lagi peserta dari Ethiopia yang diterima mengingat Ethiopia juga negara yang penting bagi kerja sama dan kemitraan Indonesia - Afrika," katanya.
Baca juga: Pengusaha Indonesia disarankan gali potensi perdagangan Ethiopia
Baca juga: Direktur Amani Africa: Ethiopia perlu belajar dari demokrasi Indonesia
Baca juga: Wartawan Ethiopia ingin tukar pengalaman dengan media di Indonesia

Pewarta: Rahmad Nasution
Editor: Maria Dian A
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar