counter

Laporan dari Vietnam

Delegasi Kantor Berita Asia Pasifik bertemu PM Vietnam

Delegasi Kantor Berita Asia Pasifik bertemu PM Vietnam

Pertemuan ke-44 Dewan Eksekutif OANA di Hanoi, Vietnam, Jumat (18/4/2019). (VNA) (VNA)

Hanoi (ANTARA) - Para pemimpin kantor berita anggota Dewan Eksekutif Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) diterima oleh Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc di sela-sela pertemuan ke-44 Dewan Eksekutif OANA di Hanoi, Jumat (19/4).

Dalam kesempatan tersebut Perdana Menteri mengucapkan selamat atas suksesnya pertemuan dewan eksekutif untuk membahas sejumlah usul amandemen pada statuta OANA dan logo organisasi itu.

Ia juga mengapresiasi topik diskusi terkait upaya pemberantasan berita palsu oleh kantor berita di Asia Pasifik. Ia menilai kantor berita memainkan peran penting dalam mempromosikan pembangunan sosial, meningkatkan solidaritas dan mempromosikan perdamaian di dunia.

Kantor berita harus menyediakan informasi akurat dan cepat bagi media baik di tingkat lokal, kawasan maupun global serta menciptakan cara efektif untuk memverifikasi serta meluruskan informasi yang salah, katanya sebagaimana disampaikan kantor berita Vietnam, VNA, selaku tuan rumah pertemuan OANA.

Sementara itu Presiden OANA Aslan Aslanov, yang juga adalah Pemimpin Kantor Berita Azerbaijan AZERTAC, mengatakan bahwa pertemuan tahunan itu merupakan ajang berbagi pengalaman dan meningkatkan kerja sama antar-anggota, termasuk di bidang pemberantasan berita palsu.

Ia mengatakan bahwa berita palsu telah menciptakan banyak masalah dalam hubungan antar-negara dan memicu konflik.

"AZERTAC melakukan yang terbaik untuk memerangi pembuatan dan penyebaran berita palsu," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kantor Berita Vietnam, VNA, Nguyen Duc Loi, selaku tuan rumah, mengatakan bahwa 52 persen dari populasi dunia adalah pengguna internet.

"Mereka tidak hanya menggunakan internet untuk berkomunikasi tapi juga menyediakan informasi. Ini menciptakan persaingan ketat dengan sesama media arus utama," katanya.

Ia juga menilai pers bukan hanya saling bersaing satu sama lain, tapi juga bersaing secara tidak adil dengan pembaca tradisional mereka sendiri yang menggunakan jejaring sosial untuk memperoleh informasi.

Ia menggaris-bawahi banyak pengguna jejaring sosial mengedarkan isi yang belum diperiksa kebenarannya di media sosial untuk menyebarkan informasi yang subjektif dan belum diperiksa secara tanpa batas dengan hanya satu klik.

OANA dibentuk di Bangkok, Thailand, pada 22 Desember 1961 atas inisiatif Badan PBB UNESCO. Saat ini OANA beranggotakan 44 kantor berita dari 35 negara.

Organisasi itu menggelar Sidang Majelis Umum setiap tiga tahun untuk memilih 13 anggota Dewan eksekutif. Pertemuan Dewan Eksekutif dilakukan secara rutin setiap tahun untuk berbagi pengalaman dan informasi terkait tren terbaru di bidang jurnalisme serta membahas langkah-langkah bersama untuk meningkatkan kualitas.

Sidang Majelis Umum OANA 2019 diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, pada 6-9 November.

Baca juga: Kantor Berita Asia Pasifik tegaskan komitmen perangi "fake news"
Baca juga: Pertemuan Dewan Eksekutif OANA diadakan di Vietnam

 

Sandiaga: Gugatan ke MK merupakan tuntutan masyarakat

Pewarta: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar