counter

BSN dorong produk ber-SNI dan ramah lingkungan

BSN dorong produk ber-SNI dan ramah lingkungan

Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN Nasrudin Irawan (tengah) di Semarang, Senin. (Foto: Nur Istibsaroh)

Jakarta (ANTARA) - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong produk-produk Indonesia memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ramah lingkungan.

"Badan Standardisasi Nasional sangat berkepentingan untuk ikut serta menyuarakan pentingnya produk ber-SNI dan ramah lingkungan" kata Kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi BSN Nasrudin Irawan dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Jakarta, Minggu.

Menurut dia, sebagai negara yang sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup warganya, Indonesia terus berkomitmen untuk mengurangi emisi gas buang yang dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik.

Mengingat sejumlah negara, bahkan seperti negara Eropa, Inggris dan Perancis mulai mewajibkan penggunaan kendaraan listrik untuk menekan angka emisi gas buang.

Penggunaan kendaraan listrik juga diharapkan dapat mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil ke bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti tenaga air, tenaga matahari dan tenaga angin.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menyelenggarakan Indonesia Quality Expo (IQE) ke-7 pada 11 - 14 Oktober 2019 di Java Supermall, Semarang, Jawa Tengah.

Untuk menggaungkan IQE dan menyuarakan pentingnya produk ber-SNI dan ramah lingkungan, BSN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Universitas Diponegoro, serta PT. Triangle Motorindo (VIAR) mengadakan Konvoi Kampanye Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI 2019 di Semarang pada awal Oktober 2019.

Konvoi tersebut akan diikuti sedikitnya 500 peserta dari para pemangku kepentingan baik di Jawa Tengah maupun di luar Jawa Tengah.

"Tujuan Konvoi ini diantaranya mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik dan produk-produk lain yang ber-SNI serta mendukung program pemerintah Langit Biru," ujarnya.

Pameran IQE ke-7 itu menargetkan 70 stan yang akan diikuti oleh perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah dan pusat.

Di Jawa Tengah, sudah terdapat 115 industri yang memiliki sertifikat SNI meliputi antara lain produk elektrik dan elektronika, makanan dan air mineral, mainan anak, pakaian bayi, baja dan batik.

Baca juga: BSN dorong kantong plastik ber-SNI ramah lingkungan
Baca juga: BSN sebut standardisasi antisipasi kemajuan teknologi

Baca juga: Rayakan "bulan mutu" dengan Indonesia Quality Expo

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar