Pengunjung PRJ minati produk kerajinan bermotif etnis

Pengunjung PRJ minati produk kerajinan bermotif etnis

Pedagang melayani pembeli di stan mereka di PRJ, Jakarta, Jumat (14/6/2019). (Antara/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Pengunjung di Pekan Raya Jakarta  meminati produk-produk kerajinan bermotif etnis dari berbagai daerah dalam festival yang juga dikenal dengan Jakarta Fair Kemayoran 2019.

"Pembelinya lumayan banyak," kata Arif, Jumat, yang merupakan staf pelaku UMKM menjual berbagai produk kain bermotif etnis dari berbagai daerah dalam festival yang digelar dari 22 Mei - 30 Juni 2019 tersebut.

Arif mengatakan ia mampu membukukan omzet sekitar Rp9 juta per hari dengan jumlah pengunjung sampai 50 orang, lebih banyak dibandingkan pendapatan sekitar Rp5 juta per hari jika dirinya menjual di tempat lain.

Sebagian besar kerajinan yang dia jual adalah produk kain tenun dengan motif etnis dari berbagai daerah di antaranya dari NTT, Samba, Sumba, Dayak, Lombok dan daerah lain sebagainya.

Produk yang dia jual antara lain kain tenun yang dijual seharga Rp100.000-RpRp600.000, baju dengan rentang harga Rp130.000-Rp350.000, tas seharga Rp100.000-250.000 dan ikat kepala dengan kisaran harga Rp50.000-Rp100.000.
Pedagang melayani pembeli di stan mereka di PRJ, Jakarta, Jumat (14/6/2019). (Antara/Katriana)

Seperti halnya Arif, Indah Anggraini, pelaku UMKM yang menjual kerajinan dari bahan alam juga mengatakan produknya banyak dilirik pengunjung tiga hari setelah UMKM miliknya mengikuti festival PRJ tersebut.

"Alhamdulillah ramai pembeli," katanya sembari mengajak pengunjung untuk mampir ke stannya.

Dibandingkan dengan hasil penjualan di tempat lain, omzet yang ia terima dari penjualan produk kerajinannya hampir sama, tetapi rentang waktunya lebih lama ketika berjualan di tempat lain.

"Omzetnya hampir sama, tetapi kalau berjualan di tempat lain rentang waktunya lebih lama," imbuhnya.

Perempuan berusia 40 tahun itu termotivasi mengikuti pameran produk kerajinan di PRJ karena ingin memperkenalkan produk-produk lokal dan motif khas dari daerah asalnya, Bondowoso.

Selain itu, dia juga mengatakan ingin mempromosikan produk-produk yang berbahan alam seperti produk yang ia jual.

"Di sini saya menjual produk berbahan kulit kayu, daun pandan, kain perca dan goni. Tujuannya ingin memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari alam," imbuhnya.

Produk kerajinan dari bahan alam yang ia jual di antaranya tas tangan seharga Rp200.000-Rp300.000, produk ecoprint seperti kain panjang, jilbab dan pasmina yang warnanya diambil dari warna daun dengan kisaran harga antara Rp100.000-Rp400.000 dan produk asesoris lainnya.

PRJ 2019 diselenggarakan sejak 22 Mei dan akan berlangsung hingga 30 Juni.

Harga tiket masuk khusus Senin sebesar Rp25.000, sedangkan Selasa hingga Kamis Rp30.000, dan Jumat hingga Minggu Rp40.000.

PRJ 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Marketing Director PT JIEXPO Ralph Scheunemann, menargetkan total jumlah kunjungan PRJ tahun 2019 sebanyak 6,5 juta orang dengan target nilai transaksi bisnis mencapai Rp7,5 triliun.

Pewarta: Katriana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serunya bermain salju di Jakarta Fair Snow Park

Komentar