counter

Bursa Wall Street naik di tengah harapan perang dagang AS-China mereda

Bursa Wall Street naik di tengah harapan perang dagang AS-China mereda

Seorang pria dengan ponsel di Wall Street, New York, AS. ANTARA/Shutterstock/pri

Investor juga mengikuti dengan cermat pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didukung harapan meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China menjelang KTT G20 mendatang di Jepang.

Sementara itu, investor juga mengikuti dengan cermat pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS yang mulai Selasa (18/6/2019) dan akan berakhir Rabu (19/6/2019) waktu setempat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 353,01 poin atau 1,35 persen, menjadi ditutup di 26.465,54 poin. Indeks S&P 500 bertambah 28,08 poin atau 0,97 persen, menjadi berakhir di 2.917,75 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 108,86 poin atau 1,39 persen lebih tinggi, menjadi 7.953,88 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri naik sekitar 1,9 persen, memimpin kenaikan, dilansir Xinhua.

Mayoritas saham-saham unggulan atau blue-chips Dow 30 memperpanjang kenaikan, dengan Boeing dan Intel masing-masing menguat 5,37 persen dan 2,69 persen, memimpin kenaikan.

Peka terhadap perdagangan global, kedua perusahaan tersebut secara luas dipandang sebagai indikator utama dampak real-time dari perkembangan perdagangan AS-Cina di pasar saham.

Namun saham Facebook turun hampir 0,29 persen, setelah raksasa media sosial itu pada Selasa (18/6/2019) mengumumkan rencana untuk menciptakan mata uang digital baru.

Cryptocurrency atau mata uang kripto dijadwalkan akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2020, yang akan memungkinkan Facebook untuk menemukan celah dalam e-commerce dan pembayaran dalam jaringan atau online.

Pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS sedang berlangsung hingga Rabu waktu setempat, yang telah memicu spekulasi pasar pada langkah moneter dovish The Fed tahun ini.

Para investor dan analis sedang menunggu The Fed untuk mengumumkan keputusan terbarunya pada Rabu sore waktu setempat. Namun pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.

Baca juga: Harga minyak melonjak dipicu harapan kesepakatan perdagangan AS-China
Baca juga: Emas berjangka menguat ditutup pada level tertinggi 14 bulan
Baca juga: Wall Street menguat di tengah ekspektasi pertemuan bank sentral AS

Bursa AS Anjlok Pasca-Pilpres

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar