counter

Pemerintah Inggris diputuskan bersalah atas ekspor senjata ke Saudi

Pemerintah Inggris diputuskan bersalah atas ekspor senjata ke Saudi

Aktivis berunjuk rasa di luar gedung Pengadilan Tinggi terkait putusan pengadilan tentang keputusan pemerintah Inggris memberikan lisensi untuk ekspor senjata ke Arab Saudi di London, Inggris, Kamis (20/6/2019). Pengadilan Inggris pada hari Kamis (20/6/2019) memutuskan bahwa pemerintah Inggris telah bertindak tidak sah dalam mengizinkan ekspor senjata ke Arab Saudi yang mungkin telah digunakan dalam konflik di Yaman. ANTARA FOTO/REUTERS/Simon Dawson/wsj.

London (ANTARA) - Pengadilan memutuskan pada Kamis bahwa pemerintah Inggris telah bertindak tidak sah secara hukum dengan mengizinkan ekspor senjata ke Arab Saudi yang mungkin digunakan dalam konflik Yaman.

"Pengadilan Banding telah menyimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan oleh pemerintah adalah salah menurut hukum," kata hakim ketika membacakan keputusan.

Hakim menambahkan bahwa pemerintah Inggris telah membuat kajian tak berkesimpulan terkait kemungkinan koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan pelanggaran atas hukum kemanusiaan internasional selama konflik Yaman.

"Keputusan pengadilan hari ini tidak berarti bahwa lisensi ekspor senjata ke Arab Saudi harus segera ditangguhkan," ujar hakim.

"Namun, berarti bahwa pemerintah Inggris harus mempertimbangkan kembali masalah ini, dengan melakukan kajian yang diperlukan tentang hal yang telah lalu tersebut, memberikan ruang pada fakta jika hal itu, dalam beberapa kasus, tidak akan mungkin mencapai kesimpulan," lanjut dia.

Kasus itu diajukan ke pengadilan oleh organisasi yang menentang perdagangan senjata, Campaign Against the Arms Trade, untuk melawan pemerintah Inggris.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jerman hentikan ekspor senjata ke Arab Saudi

Baca juga: Amerika Serikat terus pimpin ekspor senjata global

Baca juga: Rusia raup 15 miliar dolar AS dari penjualan senjata pada 2017

Beasiswa Kuliah di Inggris Terbuka untuk Indonesia

Penerjemah: Suwanti
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar