counter

BJ Habibie wafat, PT DI kehilangan "founding father"

BJ Habibie wafat, PT DI kehilangan "founding father"

FOTO DOKUMENTASI. Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof.Dr.Ing B.J. Habibie mengatakan kepada tamunya Menteri Perdagangan dan Industri Finlandia Esko Ollila, pesawat Helikopter dan pesawat CN235 hasil produksi pabrik Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang dikerjakan putra-putri Indonesia dalam suatu pertemuan Rabu pagi di Gedung BPP Teknologi Jakarta. dalam pertemuan itu Menteri Ollila dan rombongan disertai Duta Besar Finlandia di Jakarta (26/1/1983). ANTARA FOTO/P02/foc.

Bandung (ANTARA) - Seluruh jajaran direksi dan pegawai PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Persero menyatakan kehilangan founding father mereka atas wafatnya presiden ketiga RI, BJ Habibie di Jakarta, Rabu.

"Tentunya kami merasa kehilangan bapak kami, founding father kami. Atas nama seluruh karyawan PT DI dan pribadi mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," kata Direktur Utama PT DI (Persero) Elfien Goentoro, di Bandung, Rabu malam.

Elfien berharap semoga almarhumah BJ Habinie meninggal dunia alam keadaan khusnul khotimah dan disempurnakan amal ibadahnya.

Baca juga: Kominfo: BJ Habibie Bapak Teknologi Indonesia

"Dan untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga bisa bersabar, menghadapi kepergian Pak BJ Habibie. Allahhummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu," kata dia.

Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9).

Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, menyebut bahwa Wakil Presiden ketujuh Republik Indonesia itu wafat karena faktor usia.

Baca juga: Kemendikbud sebut Film BJ Habibie fenomenal

Baca juga: Habibie wafat, Ganjar terkenang tepukan BJ Habibie di pundaknya

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyerahan helikopter AKS dan Pesud CN 235 ke Kemenhan

Komentar