APP Sinar Mas kembali raih penghargaan Primaniyarta

APP Sinar Mas kembali raih penghargaan Primaniyarta

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin (kedua kiri) menyambut Wapres Jusuf Kalla dan Mendag Enggartiasto Lukita di Booth Sinar Mas Trade Expo Indonesia, Rabu (16/10/2019). (ANTARA/HO/2019)

Penghargaan Primaniyarta yang diraih APP Sinar Mas tahun ini merupakan penghargaan ketujuh dari total 15 penghargaan yang telah diraih unit usaha APP Sinar Mas dalam kategori Eksportir Berkinerja dan kategori Pembangun Merek Global.
Palembang (ANTARA) - Dua anak perusahaan Asia Pulp & Paper Sinar Mas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk meraih penghargaan Primaniyarta 2019 dari Kementerian Perdagangan.

Rilis pers yang diterima Antara di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis, menyebutkan bahwa Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam acara Trade Expo Indonesia di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mendapatkan penghargaan dalam kategori Eksportir Berkinerja, sedangkan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk mendapatkan penghargaan kategori Pembangun Merek Global.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan

Penghargaan secara langsung diberikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Saleh Husin selaku Presiden Komisaris PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, dan Suhendra Wiriadinata selaku Presiden Direktur PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

Baca juga: APP Sinar Mas kerahkan lima helikopter pembom air di Sumatera Selatan

Penghargaan Primaniyarta yang diraih APP Sinar Mas tahun ini merupakan penghargaan ketujuh dari total 15 penghargaan yang telah diraih unit usaha APP Sinar Mas dalam kategori Eksportir Berkinerja dan kategori Pembangun Merek Global.

Sebelumnya, perusahaan meraih penghargaan yang sama pada tahun 2007, 2008, 2009, 2011, 2012, dan 2015. APP Sinar Mas sendiri selama ini telah mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara.

Menurut laporan dari Observatory of Economic Complexity, Massachusetts Institute of Technology (MIT), nilai ekspor produk pulp dan kertas dari Indonesia mencapai nilai 7,35 miliar dolar AS setiap tahunnya, dan Indonesia menduduki peringkat kesepuluh penghasil kertas terbesar di dunia menurut laporan dari World Atlas.

"Kami percaya bahwa kertas memegang banyak jawaban terhadap permasalahan-permasalahan kita di masa depan. Kegunaan kertas saat ini telah bertransformasi, dan kertas merupakan bahan yang paling berpotensi untuk menggantikan pemakaian plastik," ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.

Baca juga: Desa binaan swasta raih penghargaan program Kampung Iklim

Ia menambahkan selama lebih dari 40 tahun, perusahaan terus berinovasi untuk menawarkan produk kertas, pulp, dan kemasan yang memenuhi kebutuhan dunia yang terus berubah.

Suhendra mengatakan perusahaan menyambut baik penghargaan ini, karena merupakan wujud nyata perusahaan dalam menghasilkan produk berkualitas, sehingga dapat diterima oleh pasar internasional.

Penghargaan Primaniyarta adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi. Penghargaan yang telah diselenggarakan sejak 1992 ini diharapkan dapat berperan sebagai salah satu pendorong bagi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan prestasinya dalam bidang ekspor.

Selain untuk memberikan apresiasi kepada eksportir Indonesia yang berprestasi, penghargaan Primaniyarta juga memotivasi para eksportir lainnya agar selalu berusaha meningkatkan nilai dan volume ekspor produk nonmigas dari Indonesia.

Penghargaan ini bertujuan untuk mencari eksportir berprestasi yang dapat dijadikan teladan bagi eksportir lainnya, agar Indonesia dapat menghasilkan para eksportir yang tangguh, terampil, dan berdaya saing tinggi dalam berbagai sektor.
Baca juga: Ekspor kertas ke 70 negara, Riau Andalan raih Primaniyarta Awards

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar