Tawuran Manggarai sudah berhenti situasi tenang kembali

Tawuran Manggarai sudah berhenti situasi tenang kembali

Sejumlah calon penumpang KRL melihat tawuran warga di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (29/10/2019). Penumpukan penumpang terjadi di beberapa stasiun akibat tawuran warga di jalur kereta Manggarai yang sangat menggangu ketertiban umum. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pd. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Tawuran antara warga di Manggarai sudah berhasil dihentikan oleh aparat setempat, dengan membubarkan kelompok massa yang saling bertikai dengan menggunakan gas air mata, demikian dikatakan Ketua RW 05, Isnu Dwi Hartanto, Selasa malam.

Baca juga: Tawuran Manggarai, kereta lintas Jakarta Kota-Manggarai terhambat

Baca juga: Tawuran warga kembali pecah di Kawasan Manggarai

Baca juga: Kapolres Jaksel sebut tawuran Manggarai sudah terkendali


"Sudah selesai baru saja dibubarkan oleh aparat, ya tadi pembubaran sesuai SOP," kata Isnu saat dikonfirmasi ANTARA melalui sambungan telepon pukul 20.00 WIB.

Isnu membenarkan bahwa tawuran antara warga Menteng Trengulun, Jakarta Pusat, dan Manggarai, Jakarta Selatan, kembali terjadi hari ini diperkirakan waktunya sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurut dia, ini kedua kalinya dalam sepekan ini tawuran antara dua kelompok warga pecah. Senin (28/10) tawuran terjadi antara pukul 23.30 WIB sampai 00.00 WIB.

Bahkan Jumat (26/10) kemarin juga tawuran terjadi di lokasi yang sama di bawah terowongan dekat rel kereta api Stasiun Manggarai.

"Iya sudah tiga kali, Jumat kemarin terjadinya juga tengah malam, Senin kemarin juga sama," kata Isnu.

Isnu mengatakan situasi saat ini sudah tenang, dan normal massa berhasil dibubarkan, aparat juga mendirikan posko kepolisian di dekat terminal Manggarai untuk mencegah tawuran susulan.

Terkait apa yang menjadi pemicu tawuran, Isnu mengatakan hanya warga tersebut yang tau. Kemungkinan masih imbas dari tawuran sebelumnya.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Habibie Wafat - Suasana rumah duka Patra Kuningan Jakarta Selatan

Komentar