Laporan dari China

Tmall janji perkenalkan lebih banyak produk Indonesia di China

Tmall janji perkenalkan lebih banyak produk Indonesia di China

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis Wilayah Asia Tenggara, Hong Kong, Makau, Taiwan Tmall Global Chris Wang usai memberikan keterangan kepada pers di Hangzhou, China, Senin (11/11) malam. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Hangzhou (ANTARA) - Platform belanja daring Tmall Global berjanji akan memperkenalkan lebih banyak produk Indonesia kepada para konsumen di China.

“Memang yang menjadi kendala selama ini produk-produk Indonesia kurang familiar di pasar China,” kata Kepala Bidang Pengembangan Bisnis Wilayah Asia Tenggara, Hong Kong, Makau, Taiwan Tmall Global Chris Wang di Hangzhou, China, Senin malam.

Namun pihak Tmall yang berada di bawah naungan Alibaba Group itu meminta para pengusaha di Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.

“Kami akan selalu dukung dengan platform, logistik, dan sistem pembayaran,” ujarnya di sela-sela memantau perkembangan nilai penjualan daring Festival Belanja 11-11 di kantor pusat Alibaba Group itu.

Sebagai sesama anak perusahaan Alibaba, platform belanja daring Lazada yang beroperasi di Asia Tenggara akan membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia yang siap memasuki pasar China melalui Tmall Global.

Bahkan, Chris juga menjamin sejumlah perusahaan asal Indonesia tidak perlu membuka rekening bank di China terlebih dulu.

Pada Festival Belanja 11-11 tahun lalu Tmall Global telah menyediakan Paviliun Indonesia untuk lima produk yang dipilih pemerintah Indonesia, yakni Kapal Api (kopi), Nabati (biskuit), Papatonk (kerupuk udang), Indomie (mi instan), dan Yan Ty Ty (sarang burung walet).

Selain produk-produk tersebut, tahun ini ada Ellips dari Indonesia yang juga memiliki toko daring di Tmall Global.

Namun dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya, produk Indonesia masih kalah bersaing dengan Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Bahkan pada tahun ini saja produk-produk hasil kebun dari Malaysia telah menghasilkan 500-700 juta yuan yang diimpor oleh Pagoda, importir buah-buahan dari Asia Tenggara.

Pada bulan Agustus saja, Malaysia telah mengirimkan 160 kontainer durian ke China yang dipasarkan secara daring.

“Saya lihat Indonesia punya manggis dan bagus untuk dikembangkan di pasar China,” kata Sun Peng dari manajemen Pagoda.

Sementara itu, nilai transaksi Festival Belanja 11-11 melalui sistem pembayaran Alipay hingga pukul 22.15 waktu setempat (21.15 WIB) telah mencapai angka 247,7 miliar yuan.

Pada pukul 16.31 waktu setempat, transaksi penjualan Festival Belanja 11-11 tahun ini telah melampaui ajang yang sama tahun lalu sebesar 213,5 miliar yuan. *

Baca juga: Alibaba capai 12 miliar dolar AS dalam satu jam pertama di 11.11

Baca juga: Alibaba - Lazada soroti kekuatan pemberdayaan perempuan

Baca juga: Transaksi dua jam pertama Festival Belanja tembus Rp256 triliun


Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerakan ayo belanja ke pasar rakyat

Komentar