Nunukan maksimalkan pencegahan "stunting"

Nunukan maksimalkan pencegahan "stunting"

Anak transmigran Nunukan (Kaliman Utara) bersekolah di balai desa. (ANTARA)

Nunukan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nunukan 
(Kalimantan Utara) memaksimalkan
pendidikan keluarga, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah "stunting" atau pertumbuhan lambat bagi anak-anak.

Hal itu merupakan tindak lanjut amanat Presiden Jokowi pada pelantikan Kabinet Indonesia Maju yang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kata Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid di Nunukan, Selasa.

Menurut dia, beberapa isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, salah satunya adalah "stunting".

"Stunting" adalah masalah kurang gizi kronis karena kurang asupan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan.

Baca juga: The Habibie Center tawarkan 7 terobosan kebijakan atasi stunting
Baca juga: Atasi stunting, Bangka bentuk pos penting mapan sehat


Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2013, 37,2 persen anak di Indonesia mengalami "stunting".

Dari data sumber Pemantauan Status Gizi (PSG) Balita Provinsi Kaltara tahun 2017, prevalensi "stunting" di Kabupaten Nunukan sebesar 33,2 persen.

Hal ini akan menjadi fokus perhatian bersama untuk segera diupayakan solusinya.

Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan mengadakan "Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)" dalam rangka penurunan angka "stunting" di Kabupaten Nunukan.

Sosialisasi yang berlangsung di Paras Perbatasan Jalan Lingkar Kelurahan Selisun yang dihadiri anggota PKK Kabupaten Nunukan.

"Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah 'stunting'. Pemerintah telah senantiasa responsif dalam memecah masalah tersebut selaras dengan tuntunan masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia berharap agar ilmu yang didapat nantinya dapat disosialisasikan kepada keluarga, tetangga dan sahabat sehingga bermanfaat bagi diri sendiri serta masyarakat luas.

"Saya optimis kita dapat mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju, seperti yang diharapkan oleh Bapak Presiden," kara Laura.
Baca juga: Menko PMK ingatkan pentingnya 1.000 hari pertama saat rakornas
Baca juga: Peneliti: Ciptakan kebijakan pangan murah untuk atasi stunting

Pewarta: Rusman
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tugas orang tua menciptakan SDM unggul tanpa stunting

Komentar