Jakarta (ANTARA) - Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, semakin ramai dikunjungi wisatawan, bahkan jumlah pengunjung mencapai 92.880 orang pada Minggu.

"Untuk hari ini jumlah pengunjung mencapai 90 ribuan lebih, cukup meningkat dibanding minggu biasanya," kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi dah Pengembangan Masyarakat Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Menurut Ketut, terjadi lonjakan pengunjung cukup signifikan di hari menjelang pergantian tahun.

Pada Minggu (22/12), jumlah pengunjung mencapai 59.143 kunjungan. Jika dibandingkan dengan hari Minggu biasa, rata-rata pengunjung di angka 50 ribu.

"Menurut kami pengunjung di atas 50 ribu sudah agak banyak, peningkatan signifikan. Ukurannya 50 ribu hari Minggu biasa. Minggu ini terjadi lonjakan yang signifikan," katanya.

Ketut mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan pengunjung dengan meningkatkan pelayanan, menambah jumlah petugas pelayanan dan membuka sekitar 50 pintu loket.

Baca juga: Libur Natal, Ragunan dipadati 54 ribu pengunjung
Baca juga: Naik Transjakarta ke Ragunan gratis


Begitu juga dengan tempat parkir baik untuk roda dua maupun roda empat tertampung dengan baik.

"Pengunjung 90 ribu sudah terlayani semua dalam artian tidak ada dibatasi jumlahnya terlayani, kita siapkan kantong parkir roda dua dan empat, semua terakomodir," kata Ketut.

Bila dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah pengunjung di hari Minggu justru lebih tinggi, yakni mencapai 120 ribu pengunjung.

Menurut Ketut, penurunan ini disebabkan oleh faktor cuaca. Hujan turun mengguyur wilayah Jakarta pagi harinya.

"Memang kalau dibandingkan Minggu tahun lalu jumlah kunjungan di angka 120 ribu, tahun ini menurun," kata Ketut.

Baca juga: Ragunan siap hadapi libur Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Pengunjung masih padati Taman Margasatwa Ragunan


Namun, lanjut Ketut, pihaknya optimistis jumlah kunjungan Ragunan akan meningkat hingga mencapai puncaknya pada 1 Januari 2020.

Puncak tertinggi pengunjung Taman Margasatwa seluas 147 hektare tersebut mencapai 150 ribu orang pengunjung.

"Hampir setiap tahun baru itu jumlah pengunjung rata-rata 100 ribuan, puncak tertinggi itu tembus 150 ribu," kata Ketut.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019