Belum ada laporan terkait penyelidikan tanggul jebol di Muara Baru

Belum ada laporan terkait penyelidikan tanggul jebol di Muara Baru

Sejumlah pekerja sedang melakukan penelitian di area tanggul laut yang jebol di Pelabuhan Nizam Zahman Kelurahan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/12/2019) (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Yuherni Sisdwi menyatakan, hingga kini belum ada laporan tim terkait penyelidikan tanggul yang jebol di Muara Baru sebulan lalu.

Dia mengarahkan konfirmasi mengenai
perkembangan sebulan pascajebolnya tanggul laut di Pelabuhan Nizam Zahman, Muara Baru, Jakarta Utara, ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Ditanyakan PUPR, karena ada tim penyelidikan yang dibentuk bersama PUPR," kata Yuherni dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dia mengakui belum mengetahui lebih lanjut laporan hasil penyelidikan tim tersebut. Sementara terkait dengan perkiraan adanya banjir rob di wilayah tersebut, Yuherni belum dapat memastikan pengaruhnya dengan pekerjaan proyek yang sedang berlangsung.

Sementara itu, pejabat SNVT PTPIN Kementerian PUPR Ferdinanto meminta untuk dihubungi kembali terkait perkembangan jebolnya tanggul laut itu.

"Hubungi kembali tanggal 15 ya," ujar Ferdi.

Baca juga: Wijaya Karya Beton tunggu hasil investigasi PUPR soal tanggul jebol
Baca juga: PUPR sebut tanggul jebol masih tanggung jawab kontraktor


Sebelumnya, Kementerian PUPR menyatakan investigasi tanggul jebol itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan oleh Komite Keselamatan Konstruksi PUPR.

Tanggul laut di Pelabuhan Nizam Zahman Kelurahan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara jebol, Rabu (4/12) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tanggul laut itu merupakan proyek pembangunan pengaman pantai tahap 3 paket 2 oleh satuan kerja non vertikal tertentu (SNVT) Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN), Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

Kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Beton Tbk kerja sama operasi (KSO) dengan PT Pandji Pratama Indonesia.

Konsultan Pengawas, yakni PT Yodha Karya (Persero) KSO dengan PT Indra Karya (Persero).

Pekerjaan pembangunan tanggul dijadwalkan sejak 10 Juli 2019 hingga 21 Desember 2019.

PT Wijaya Karya Beton mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp87,9 miliar untuk pemancangan dan penimbunan tanggul sepanjang 130 meter.
Baca juga: PUPR: Tanggul jebol di Pelabuhan Nizam Zahman sepanjang 176 meter
 

Pewarta: Fauzi
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir genangi 11 kecamatan di Kabupaten Subang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar