Belanja online membludak, Amazon akan tambah pekerja

Belanja online membludak, Amazon akan tambah pekerja

Karyawan melakukan pengisian stok buah-buahan di Amazon checkout-free, sebuah toko swalayan tanpa kasir di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Jumat (21/2/2020) waktu setempat. ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Redmond/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Amazon.com Inc akan mempekerjakan 100.000 orang di gudang dan pengiriman barang di Amerika Serikat karena belanja online naik tajam sejak wabah virus corona merebak di negara tersebut.

Para penjual ritel berusaha menyediakan stok untuk belanja online karena warga di sana telah membeli banyak persediaan di toko fisik akibat khawatir karantina atau kehabisan bahan makanan.

"Kami ingin menyambut mereka dalam tim kami sampai keadaan kembali normal dan majikan mereka bisa mempekerjakan mereka kembali" kata Amazon, dikutip dari Reuters, Selasa.

Amazon biasanya mendapatkan banyak permintaan saat musim liburan, mereka bisa mempekerjakan 798.000 orang karyawan tetap maupun paruh waktu. Belum jelas berapa orang yang akan dipekerjakan jika mereka merekrut 100.000 orang tambahan.

Amazon menjanjikan tambahan 2 dolar dari upah minimun per jam 15 dolar hingga April. Perusahaan tersebut mengestimasi akan menggelontorkan lebih dari 350 juta dolar untuk bayaran tambahan pekerja di Amerika Utara dan Eropa.

Jasa pengiriman logistik United Parcel Service Inc (UPS) menyatakan pengiriman barang melalui truk dan pesawat kargo masih berjalan meskipun pemerintah AS membatasi aktivitas perdagangan.

Baca juga: Kencan "online" di tengah virus corona

Baca juga: "Game Fortnite" laris di Italia saat wabah corona

Baca juga: Mengaku masih tumbuh, Bukalapak sebut hanya sedikit terdampak Corona

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

INDEF dukung pemerintah pungut PPN Google, Amazon, Netflix, dan Spotify

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar