Olimpiade

Media: Olimpiade Tokyo kemungkinan akan digelar Juli 2021

Media: Olimpiade Tokyo kemungkinan akan digelar Juli 2021

Seorang pejalan kaki sambil mengenakan masker melintas di dekat logo olimpiade di kota Tokyo, Jepang (12/3/2020). ANTARA/Xinhua/Du Xiaoyi/aa.

Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan panitia penyelenggara Jepang sedang dalam tahap akhir perundingan menetapkan tanggal pembukaan Olimpiade Tokyo pada Juli tahun depan, demikian dilaporkan media Jepang.

Pesta olahraga akbar di Tokyo itu, yang telah diputuskan ditunda pada akhir pekan lalu akibat pandemi virus corona, kemungkinan besar akan melaksanakan upacara pembukaan pada 23 Juli 2021 dan upacara penutupan pada 8 Agustus 2021, masing-masing sehari lebih awal dari kalender rencana awal 2020, kata penyiar publik NHK mengutip sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dilaporkan Reuters yang dikutip di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Jepang dan IOC sepakati penundaan Olimpiade Tokyo 2020
Baca juga: IOC: Olimpiade Tokyo digelar tidak melampaui musim panas 2021


Perdana Menteri Sinzo Abe telah mengumumkan penundaan hingga tahun depan pada Selasa (24/3) setelah berkoordinasi dengan Presiden IOC Thomas Bach. Ini merupakan penundaan pertama dalam 124 tahun sejarah perjalanan Olimpiade modern, meskipun beberapa - termasuk Olimpiade Tokyo 1940 - dibatalkan karena perang.

Penundaan ini merupakan pukulan besar bagi Jepang, yang telah menginvestasikan 12 miliar dolar AS untuk persiapan, meskipun pasar keuangan pada awalnya bersorak oleh keputusan tersebut, karena beberapa investor mengantisipasi pembatalan.

Baca juga: Tanggapan atlet dan pembesar olahraga atas penundaan Olimpiade
Baca juga: IOC persiapkan Olimpiade pada bulan Juli-Agustus 2021


Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah, yang sekarang sedang menyusun langkah-langkah stimulus ekonomi yang Abe katakan akan menjadi yang terbesar yang pernah ada, akan mempertimbangkan bahwa penundaan Olimpiade akan mendorong kembali beberapa triliun yen (puluhan miliar dolar) dari demand ke tahun depan.

“Jika demand didorong kembali hingga tahun depan, itu berarti jumlah demand yang sama akan menguap tahun ini. Kami akan mempertimbangkan ini dalam menyusun paket stimulus," kata Nishimura pada program televisi.

Baca juga: Olimpiade ditunda, Jepang tanyakan siapa yang bayar biaya penangguhan
Baca juga: Mundur setahun, IOC tetap pakai nama Olimpiade 2020 Tokyo

Penerjemah: Naufal Difaudin dan Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar