Rachmat Gobel cerita membangun industri elektronik dengan mitra Jepang

Rachmat Gobel cerita membangun industri elektronik dengan mitra Jepang

Presdir PT Panasonic Gobel Indonesia yang juga Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

memilih kerja sama, joint venture dengan Matshushita (Jepang) karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan rinvestasi jangka panjang di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Pengusaha nasional Rachmat Gobel yang kini menjadi Wakil Ketua DPR- RI bercerita tentang membangun elektronik bersama mitranya dari Jepang, Panasonic Corp.

"Kemitraan Panasonic dan Gobel Indonesia genap memasuki 60 tahun tahun ini. Banyak prestasi yang berhasil dicapai selama enam dasawarsa tersebut," kata Rachmat Gobel yang juga Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) itu di Jakarta, Kamis.

Rachmat yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Maritim, dan Teknologi itu menyebut pabrik elektronik yang didirikan ayahnya Thayeb Mohammad Gobel merupakan pioner industri elektronik di Indonesia.

"Sejak awal pendiri perusahaan ini, Thayeb Mohammad Gobel, berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan berbakti memajukan Indonesia. Demi cita-cita tersebut, Pak Gobel kemudian memilih kerja sama, joint venture dengan Matshushita (Jepang) karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan rinvestasi jangka panjang di Indonesia,” ujar Rachmat Gobel, yang merupakan putra tertua Thayeb Mohammad Gobel.

industri elektronik yang dibangun ayahnya berawal dari pendirian PT Transistor Radio Manufacturing pada 1954 di Cawang, Jakarta, yang memproduksi radio transistor pertama di Indonesia dengan merek “Tjawang”.

Untuk mengembangkan usahanya pada, 1960 Thayeb Mohammad Gobel menggandeng Matsushita Electric Industrial Co. Ltd (Japan) yang 10 tahun kemudian membentuk joint venture PT National Gobel sebagai perusahaan assembling & manufacturing peralatan elektronik rumah tangga.

"Sejak itu, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Panasonic Gobel terus berkembang, melalui berbagai pasang surut," kata Rachmat Gobel yang pernah memimpin Gabungan Industri Elektronik Indonesia (Gabel).

Bendera perusahaan juga berganti dari PT National Gobel menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI). "Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yakni tekad membangun industri dan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia," kata Rachmat.

Baca juga: Rachmat Gobel: Bob Hasan sederhana dan nasionalismenya tinggi

Baca juga: F-NasDem serahkan APD bantuan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel

Baca juga: DPR dorong Pemerintah segera ajukan revisi APBN 2020


Hingga kini, di tengah kelesuan pasar akibat wabah Virus Corona baru atau COVID-19, Panasonic Gobel, kata dia, berusaha mempertahankan kinerjanya, baik produksi untuk pasar dalam negeri maupun ekspor, menambah investasi, alih teknologi, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global.

"Hal ini sesuai filosofi pohon pisang yang selalu dipegang bapak Thayeb Mohammad Gobel. Dia mengajarkan agar kami terus berjuang dan pantang menyerah, seperti pohon pisang yang tak mau mati sebelum berbuah dan selalu ingin menebar manfaat," kata Rachmat Gobel.

Filosofi itu berpadu dengan filosofi yang Matsushita tentang air mengalir, yakni agar perusahaan selalu memberi manfaat kepada masyarakat.

"Hasil dari keduanya, lahirlah visi misi Panasonic untuk membangun kedua negara, Indonesia dan Jepang serta berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Presdir PT Panasonic Gobel Indonesia Seigo Saifu menambahkan.

Di usianya ke-60, Panasonic Gobel telah mengembangkan banyak produk elektronik di Tanah Air, antara lain antara lain air conditioner (AC), pompa air, mesin cuci, kulkas, TV, audio, kipas angin dan berbagai produk solusi yang diperuntukkan untuk segmen B2B/B2G Panasonic di Indonesia.

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar