IPC siapkan skenario "the new normal" di pelabuhan

IPC siapkan skenario "the new normal" di pelabuhan

Kapal peti kemas tengah bersandar di Pelabuhan Peti Kemas Panjang. ANTARA/Agus Wira Sukarta/am.

Skenario new normal ini merupakan kelanjutan dari penerapan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di lingkungan kerja dan operasional IPC.
Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia II/IPC (Persero) berkomitmen mendukung berbagai kebijakan pemerintah terkait penanggulangan pandemi COVID-19, termasuk antisipasi pemberlakuan tahapan skenario the new normal di lingkungan kerja pelabuhan.

"Skenario new normal ini merupakan kelanjutan dari penerapan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di lingkungan kerja dan operasional IPC. Prosedur antisipasi penyebaran virus corona di pelabuhan tersebut akan dijadikan acuan standar operasional baru," kata Direktur Utama IPC Arif Suhartono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Arif menjelaskan sejak awal penyebaran wabah virus corona, perseroan langsung merespons dengan memberlakukan prosedur tambahan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja seluruh karyawan serta semua pemangku kepentingan terkait.

Baca juga: Arus peti kemas stabil, namun arus barang turun di Tanjung Priok

Kewajiban menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang biasa diterapkan, misalnya, kemudian ditambah dengan kewajiban mengenakan masker dan sarung tangan. Langkah tersebut harus diambil karena layanan kepelabuhanan terus berjalan di tengah pandemi.

"Sebelum COVID-19 merebak, semua karyawan IPC, baik organik maupun non organik, termasuk tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di lapangan sudah diwajibkan menggunakan APD standar berupa helm kerja, rompi dan sepatu khusus lapangan. Ketika wabah merebak, IPC menerapkan prosedur tambahan berupa kewajiban menggunakan masker dan sarung tangan," jelasnya.

Arif melanjutkan, ketika pemerintah mengeluarkan imbauan terkait pencegahan penyebaran COVID-19, perseroan juga langsung menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pelabuhan.

Baca juga: Pelindo II Panjang ekspor produk pertanian Lampung

Protokol kesehatan itu termasuk protokol social distancing dan physical distancing, penyediaan sarana kesehatan, alat pendeteksi suhu tubuh, penyemprotan disinfektan di ruang kerja, prosedur kunjungan tamu, hingga kebijakan tugas dinas karyawan.

Kebijakan work from home (WFH) juga diberlakukan dan dilakukan evaluasi sesuai perkembangan kondisi dan arahan pemerintah.

Lantaran situasi di lapangan pascapandemi COVID-19 tak lagi sama, IPC sedang menyusun timeline pelaksanaan skenario new normal terkait keamanan dan kesehatan, baik untuk pekerja, mitra komersial, dan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan dengan mengacu pada arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di wilayah kerja perseroan.

Baca juga: Penuhi kebutuhan listrik, PLN siapkan "new normal"

IPC juga memastikan bahwa layanan pelabuhan terus berjalan dengan baik di seluruh lini pelabuhan.

"Untuk memastikan operasional tetap berjalan, IPC menyiapkan pengaturan deployment yang efektif di seluruh terminal, sehingga setiap kapal dapat terlayani sesuai dengan jadwal kedatangannya tanpa terganggu pembatasan aktivitas masyarakat dengan tetap menjalankan protokol COVID-19," pungkas Arif.

 

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Meski pandemi, IPC II Palembang tak alami penurunan aktivitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar