Sepak Bola Dunia

Setelah bus tim dilempari batu, rumah beberapa pemain Benfica dirusak

Setelah bus tim dilempari batu, rumah beberapa pemain Benfica dirusak

Pemain Benfica Pizzi berduel dengan pemain Tondela Filipe Ferreira saat Liga Portugal kembali dilanjutkan di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal pada 4 Juni 2020. (REUTERS/POOL)

Liga Portugal sangat mengutuk serangan pengecut terhadap skuat Benfica
Jakarta (ANTARA) - Rumah beberapa pemain Benfica dilaporkan telah dirusak beberapa jam setelah insiden penyerangan bus juara Portugal tersebut diserang menyusul hasil imbang tanpa gol kontra Tondela pada Jumat (05/6), lapor surat kabar Tribuna Expresso yang dikutip Reuters.

Laporan itu mengatakan bahwa para pelaku perusakan telah menuliskan sebuah ancaman menggunakan cat semprot di rumah para pemain tersebut.

Laporan tersebut menambahkan bahwa salah satu rumah tersebut adalah milik gelandang timnas Portugal, Pizzi.

Benfica masih belum memberikan komentar terkait dua kejadian tersebut.

Sebelumnya, bus tim telah diserang oleh beberapa orang dengan cara melempari batu dari jalan tol saat tim kembali dari Estadio da Luz ke tempat latihan klub.

Gelandang asal Jerman Julian Weigl dan pemain sayap Serbia Andrija Zivkovic harus dibawa ke rumah sakit karena mereka terkena pecahan kaca dari penyerangan itu.

Baca juga: Bus tim Benfica dilempari batu dan lukai dua pemain

Pertandingan kontra Tondela adalah yang pertama bagi Benfica sejak musim dimulai kembali setelah terganggu oleh pandemi COVID-19.

Meskipun mereka hanya bisa bermain imbang melawan klub papan bawah Tondela, Benfica berhasil kembali ke puncak klasemen Liga Portugal, tetapi gagal memperlebar jarak dengan rival terdekat mereka Porto.

Baca juga: Benfica kembali bermain imbang

Benfica dan Porto memilik jumlah poin yang sama yaitu 60 dalam 25 pertandingan, tetapi Benfica unggul selisih gol.

Pertandingan tersebut digelar tanpa suporter demi mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut, meski mereka masih menyambut kedatangan tim sebelum pertandingan dimulai.

Badan penyelenggara Liga Portugal mengecam serangan itu dalam sebuah pernyataan resmi mereka.

"Liga Portugal sangat mengutuk serangan pengecut terhadap skuat Benfica."

"Pelemparan batu terhadap bus tim sangat disesalkan, terutama pada saat sepak bola Portugal bergabung untuk melanjutkan kompetisi yang sangat berarti bagi jutaan orang di negara kita."

Baca juga: Sebelum pensiun, Bernardo Silva ingin kembali berseragam Benfica

Baca juga: Gelandang Benfica David Tavares positif COVID-19

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar