Tanaman hias inovasi Balitbangtan dikoleksi agrowisata Tabanan

Tanaman hias inovasi Balitbangtan dikoleksi agrowisata Tabanan

Anthurium salah satu tanaman hias hasil inovasi Badan Litbang Pertanian yang dibudidayakan di kawasan Agrowisata The Sun Farm, Tabanan, Bali. ANTARA/Dokumentasi Badan Litbang Pertanian

Kami membudidayakan tanaman hias komoditas anthurium, krisan dan gerbera melalui bimbingan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangtan
Jakarta (ANTARA) - Tanaman hias hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian dibudidayakan di kawasan agrowisata, The Sun Farm, yang berlokasi Kabupaten Tabanan, Bali.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hidayah Bali Hadiman Marzuki menyatakan, sekitar 90 persen koleksi tanaman yang ada di kawasan agrowisata tersebut merupakan benih produk dari Balitbangtan.

"Kami membudidayakan tanaman hias komoditas anthurium, krisan dan gerbera melalui bimbingan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangtan yakni Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali," ujar Hadiman melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Balitbangtan kembangkan varietas krisan pot di Sumbar

Pada 2010, lanjutnya, Balitbangtan memberikan bimbingan teknis (bimtek) dan penerapan teknologi dalam acara Field Day Inovasi Tanaman Hias (FDITH), kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan di Desa Candikuning.

Menurut dia, anthurium menjadi salah satu komoditas paling diminati para petani di desanya. Bentuk bunga dan daun yang menawan serta adaptif pada iklim tropis menjadikan anthurium sebagai komoditas yang disukai konsumen di Bali.

"Terdapat berbagai varietas unggul anthurium di antaranya varietas Putri Gunung, Permata, Jamrud, Violeta dan Red Saphire," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Rudy Soehendi mengatakan, pihaknya bersama BPTP Bali telah melakukan pembinaan secara intensif bagi para petani tanaman hias di Candikuning, yang dikenal sebagai salah satu sentra tanaman hias di Bali.

"Balitbangtan telah beberapa kali mengadakan bimtek dan gelar inovasi teknologi tanaman hias dengan tujuan agar masyarakat dapat lebih mengenal secara langsung inovasi yang telah dihasilkan Balitbangtan khususnya yang terkait tanaman hias," tuturnya.

Usaha tani tanaman hias, lanjutnya, diharapkan mampu menyediakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Dengan bangkitnya gairah petani tanaman hias di Bali, diharapkan transfer inovasi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan dapat terhilirisasi dengan baik sehingga peluang terbukanya lapangan kerja semakin tercipta sesuai harapan dan tujuan pemerintah," katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan komoditas tanaman hias dinilai dapat membuka peluang usaha baru sehingga bisa menyediakan lapangan pekerjaan diberbagai wilayah di Indonesia.

"Tentu saja petani bunga perlu mendapatkan pengawalan untuk menghasilkan produksi maksimal dengan biaya minimum, tugas Balitbangtan melalui Balithi dan BPTP untuk mengawal ini," katanya.

Baca juga: Teknik kultur jaringan beri jaminan suplai benih berkualitas
Baca juga: Balitbangtan beberkan sejumlah keuntungan teknik kultur jaringan

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Agar petani di lahan kering Bantul bisa bercocok tanam sepanjang tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar