Mix Martial Art

IBA-MMA bersinergi dengan Komite Olahraga Beladiri Indonesia

IBA-MMA bersinergi dengan Komite Olahraga Beladiri Indonesia

Ketua Umum IBA-MMA Marsma TNI (Purn) Dwi Badarmanto (kiri) bersama Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie (kanan). HO/IMA-MMA

Hasil kesepakatan dengan pimpinan KOBI ini akan segera kami laporkan kepada KONI Pusat
Jakarta (ANTARA) - Indonesia Beladiri Amatir Mixed Martial Art (IBA-MMA) terus bergerak untuk mendapatkan pengakuan, salah satunya bersinergi dengan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI).

Ketua Umum IBA-MMA Marsma TNI (Purn) Dwi Badarmanto bahkan sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Selasa. Ada beberapa kesepakatan yang terjadi pada pertemuan tersebut.

Poin kesepakatannya adalah IBA-MMA fokus pada pembinaan atlet tarung bebas di tingkat amatir sedangkan KOBI akan fokus dalam pembinaan dan pengembangan atlet di level profesional.

Baca juga: Munaslub petarung amatir IBA-MMA hasilkan ketua umum baru

"Ini suatu capaian perkembangan yang sangat positif dalam pembinaan atlet beladiri tarung bebas di Indonesia," kata Dwi Badarmanto dalam keterangan resminya.

Menurut dia, sinergi tersebut terjadi karena kebesaran hati Ardiansyah Bakrie yang memberi kesempatan kepada IBA-MMA untuk fokus pada pencarian bibit-bibit atlet beladiri pertarungan bebas di berbagai daerah di Indonesia.

Selanjutnya, kata dia, pada saatnya nanti apabila dinyatakan sudah siap, atlet-atlet tarung bebas amatir tersebut akan kita serahkan kepada KOBI untuk dibina dan dikembangkan di level profesional.

Baca juga: ONE Championship masuk 10 besar olahraga paling menarik di dunia

"Hasil kesepakatan dengan pimpinan KOBI ini akan segera kami laporkan kepada KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia) Pusat. Itu terjadi karena saat ini IBA-MMA sedang berproses mengajukan diri menjadi anggota KONI," kata Dwi Badarmanto menambahkan.

Dwi Badarmanto menjelaskan bahwa IBA-MMA sudah menjadi bagian dari KONI maka akan lebih mudah bagi pengurus organisasinya untuk melakukan pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet berbakat di bidang cabang olah raga beladiri pertarungan bebas.

"Kami optimis dengan program pembinaan yang telah kami tetapkan akan melahirkan atlet-atlet tangguh. Dengan demikian akan terjadi regenerasi atlet-atlet beladiri pertarungan bebas yang berkelanjutan," kata Dwi menegaskan.

Baca juga: Pandemi corona tak pengaruhi ONE Championship lebarkan sayap

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar