Musik atau politik, mana yang dipilih Pasha Ungu?

Musik atau politik, mana yang dipilih Pasha Ungu?

Pasha Ungu dalam album solo "Di Atas Langit" (2020). (ANTARA/Trinity Optima Production)

Gue berpikir, kapan lagi gue lakuin ini bareng temen-temen di Palu jelang akhir masa jabatan gue
Jakarta (ANTARA) - Sigit Purnomo Said atau yang akrab disapa Pasha Ungu mengungkapkan sikapnya saat ditanya untuk memilih berkarir di dunia musik atau politik.

"Susah untuk memilih, karena keputusan politik juga berpengaruh dan punya dampak untuk musik," kata Pasha di sela-sela konferensi pers album "Di Atas Langit", Senin.

Meski demikian, Pasha mengatakan bahwa ia ingin terus berkarya di dunia musik yang membesarkan namanya sejak 20 tahun silam itu.

"Musik adalah sesuatu yang spesial buat saya, (musik) sudah seperti my first love. Dan yang jelas, saya ingin bermusik untuk waktu yang lama," kata dia.

Baca juga: Pasha Ungu: Ambon berperan lahirkan musisi berkelas

Ketika disinggung mengenai waktu perilisan album perdananya, sang vokalis Ungu mengelak bahwa perilisan album ini akan tertunda jika misalnya ia berhasil melaju di Pilkada Sulawesi Tengah.

"Kalaupun berhasil maju di Pilkada Sulawesi Tengah, album ini juga keluar karena project-nya sudah lama," kata Pasha.

Sebagai informasi, Pasha gagal maju sebagai bakal calon (balon) Wakil Gubernur Sulawesi Tengah bersama pasangannya, Anwar Hafid, karena tidak memenuhi persyaratan.

Pasangan itu hanya mengumpulkan tujuh dari sembilan kursi. Sementara, untuk persyaratan maju di Pilkada Sulteng dibutuhkan dukungan dari 20 persen kursi parlemen.

Sementara itu, Pasha pun mengatakan, album perdananya itu diharapkan bisa menjadi jembatannya kembali bermusik sebelum masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah berakhir.

Baca juga: Wakil Walikota Pasha pukau penonton Jakarta Muharram Festival

Ia juga ingin membantu mengangkat musisi daerah yang terlibat dalam album solonya. "Ada sahabat-sahabat saya dari kota Palu yang mengisi instrumen musiknya. Saya kira, hal itu memberikan nuansa yang berbeda," kata Pasha.

“Sumpah Demi Apa” yang merupakan single pertama Pasha sebagai solois ini merupakan ciptaan musikus Veki Fischer dan pianis Ivan Sunusi yang keduanya berasal dari kota Palu.

"Gue berpikir, kapan lagi gue lakuin ini bareng temen-temen di Palu jelang akhir masa jabatan gue. Dan melalui Veki, diharapkan bisa jadi representasi dan pemantik buat musisi daerah lainnya," imbuhnya.

Pasha berharap, karya solonya ini bisa diterima dan menghibur fans, serta memperkaya khasanah musik Indonesia. Pasha juga berharap masyarakat tahu bahwa dirinya masih ada di di dalam dunia yang membesarkan namanya.

Baca juga: 20 tahun bermusik, Pasha Ungu rilis album solo "Di Atas Langit"

Baca juga: Penjelasan Pasha Ungu soal rambut pirang

Baca juga: Pasha Ungu terus berupaya maju dalam pemilihan gubernur Sulteng 2020

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masih ada 19 ribu bantuan APD di gudang Pemerintah Pusat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar