Banda Aceh (ANTARA News) - Pemerintah Aceh memastikan logistik untuk korban gempa berkekuatan sekitar 7,2 skala Richter (SR), Rabu pagi, di Kabupaten Simeulue, aman dan mencukupi untuk masa panik.

"Stok bantuan tanggap darurat yang berada di kabupaten tersebut masih dalam posisi aman atau mencukupi untuk kebutuhan warga di sana," kata Humas Dinas Sosial Provinsi Aceh, Burhanuddin di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait logistik kesiapsiagaan bencana yang tersimpan di gudang Dinsos Kabupaten Simeulue.

"Bantuan logistik berupa beras, mie instan, tenda keluarga, tenda regu, peralatan masak dan sejumlah kebutuhan lainnya, telah dikirim sebulan sebelumnya," jelasnya.

Ia menambahkan, logistik yang ada saat ini masih bisa ditangani oleh dinsos kabupaten.

Simeulue merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota yang wilayahnya berada di kepulauan atau sekitar 110 mil laut dari pesisir pantai barat Provinsi Aceh.

Kendati demikian, katanya, pihaknya tetap memantau dan siap untuk mengirimkan logistik tambahan, bila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh daerah yang diguncang gempa terbesar setelah gempa yang disertai tsunami Aceh, 26 Desember 2004.

Gempa yang terjadi di Seumelue dan dirasakan hampir di seluruh Provinsi Aceh, berpusat di 2,30 derajat Lintang Utara dan 96,87 derajat Bujur Timur dengan pusat gempa sekitar 75 km tenggara Sinabang, dengan kedalaman 34 Km.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok, Dinsos Aceh, Rabu kembali mengirimkan logistik seperti gula pasir, minyak goreng, kecap, saos, famili kit, matras dan tenda biru.

"Bantuan tersebut kita kirimkan ke Simeulue, untuk mengantisipasi kekurangan stok nantinya," ujarnya.

Data sementara yang dirilis Dinas Sosial Provinsi Aceh menyebutkan, sedikitnya 12 orang di Sinabang kabupaten Simeulue dan dua orang di Aceh Selatan mengalami luka. Mereka masing-masing dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.

Selanjutnya sepuluh rumah warga di Aceh Singkil rusak ringan dan sarana publik lainnya juga rusak ringan. Namun angka pastinya masih dalam proses pendataan, kata Burhanuddin.(KR-IFL/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010