MotoGP

Joan Mir ditambah konsistensi sama dengan titel MotoGP

Joan Mir ditambah konsistensi sama dengan titel MotoGP

Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir melakukan selebrasi setelah mengunci gelar juara dunia MotoGP di Grand Prix Valencia, Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol. (15/11/2020). ANTARA/ Reuters/Albert Gea.

Jakarta (ANTARA) - Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir meraih gelar juara dunia MotoGP pertamanya pada Minggu satu pekan setelah mengklaim kemenangan Grand Prix pertamanya di sirkuit yang sama di Valencia, Spanyol.

Pebalap berusia 23 tahun asal Mallorca itu mengunci titel kelas premier tahun ini, di tengah absennya juara bertahan Marc Marquez yang masih cedera, dengan finis peringkat tujuh di Grand Prix Valencia yang dimenangi oleh Franco Morbidelli.

Mir merayakan prestasi di tahun keduanya bertarung di kelas premier itu dengan melakukan wheelie dan membuat asap dari ban belakang motornya. Tidak ada fan yang menonton langsung di sirkuit namun keluarganya turut hadir di sana untuk selebrasi.

"Saya telah bertarung untuk ini selama hidup saya, saya tak bisa tertawa atau menangis tapi saya penuh dengan emosi," kata Mir seperti dikutip AFP.

Baca juga: Mir kunci gelar juara dunia MotoGP 2020 di Valencia

Itu merupakan titel MotoGP pertama yang dimenangi pebalap Suzuki sejak tahun 2000.

Di tengah musim yang kaos dan dibayangi krisis kesehatan global, kegigihan Mir membawanya sebagai penantang serius dan layak sebagai juara.

Kemenangan Mir tersebut menjadi model konsistensi lewat tiga kali finis runner-up dan tiga kali peringkat tiga sebelum satu kemenangan dari 13 balapan yang telah digelar.

Lahir di Palma, Mir mengendarai motor pertamanya di trek dekat rumahnya di usia enam tahun, di bawah pengawasan sang ayah.

Beberapa tahun setelah itu, gelar juara dunia menghampirinya.

"Ini adalah momen yang sangat indah dan saya sangat senang," kata Mir.

Mir tiba di Grand Prix Valencia dengan keunggulan 37 poin dan itu berarti ia hanya perlu finis podium di balapan penultima itu untuk mengamankan titel, sedangkan finis peringkat empat cukup baginya jika Alex Rins maupun Fabio Quartararo tidak menang.

Quartararo menghancurkan peluang perebutan gelarnya ketika ia terjatuh di balapan hari itu.

Pebalap berusia 21 tahun asal Prancis itu telah menang tiga balapan musim ini, meski dihantui penampilan tidak konsisten, dan sering dipandang sebagai penerus Marquez.

Namun pebalap tim Petronas Yamaha itu sudah terlebih dahulu goyah setelah hasil mengecewakan akhir pekan lalu dan keberuntungannya tidak membaik di balapan Minggu siang tadi.

Baca juga: Fakta menarik Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020

Sementara itu rekan satu timnya, Franco Morbidelli meraih kemenangan ketiganya musim ini setelah tampil dominan dari pole position dan memimpin sepanjang lomba di Grand Prix Valencia hingga lap terakhir di mana ia terlibat pertarungan sengit dengan Jack Miller dari tim Pramac Racing.

"Ada sedikit angin dari belakang yang menghentikan saya meraih kemenangan tapi kami senang bisa kembali ke podium," kata Miller.

Morbidelli dan Miller saling menyalip beberapa kali di lap terakhir sebelum finis dengan jarak 0,093 detik.

Pol Espargaro melengkapi podium untuk KTM setelah finis peringkat tiga untuk kedua kalinya secara beruntun di Valencia.

Kemenangan Mir tersebut menjadi bekal bagi Suzuki yang berpeluang mengunci tiga gelar juara, dengan perebutan titel tim dan pabrikan di Portimao, Portugal pekan depan.

Baca juga: Mir: "Kemenangan ini datang di saat yang sempurna"
Baca juga: Joan Mir bawa Suzuki di puncak klasemen lagi setelah 20 tahun

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MotoGP Mandalika 2021, ini potensi keuntungannya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar