Kaleidoskop 2020

Idola K-pop debut di tengah pandemi COVID-19

Oleh Lia Wanadriani Santosa

Idola K-pop debut di tengah pandemi COVID-19

Para idola K-pop debut di tengah pandemi COVID-19 ANTARA/Twitter.com/ENHYPEN/aespa_official/P1H_official/CRAVITY_twt/woollim_ent.

Jakarta (ANTARA) - Pandemi COVID-19 selama hampir sembilan bulan terakhir tak menjadi halangan sederet anak muda Korea Selatan meraih asa menyandang status idola K-pop pendatang baru alias rookie.

Sebagian dari mereka benar-benar baru menginjakkan kaki di dunia industri K-pop sementara sosok-sosok lainnya pernah merasakan hangat dan dinginnya dunia musik yang perlahan mengglobal itu.

Di antara idola rookie ini ada yang sebelumnya menjadi peserta pelatihan di agensi hiburan dan harus melewati perjalanan melalui audisi pencarian bakat agensi atau stasiun televisi.

Tak hanya para pendatang baru, hadir sosok yang sebelumnya tampil dalam grup lalu menjajal kemampuan sebagai solois dan cukup mencuri perhatian pecinta K-pop.

Siapa saja mereka? berikut sedikit ulasannya seperti ANTARA rangkum dari berbagai sumber:


ENHYPEN
 
Para idola K-pop ENHYPEN (Twitter.com/ENHYPEN)


Grup beranggotakan Heeseung, Jay, Sunghoon, Jake, Sunoo, Jungwon dan Ni-ki ini cukup populer di Indonesia selama pembentukannya melalui program audisi "I-LAND". Jake bahkan meraih suara terbanyak dari penggemar di negeri kepulauan ini.

ENHYPEN resmi terbentuk pada babak final "I-LAND" yang berakhir pada 18 September lalu. Ketujuh personelnya harus bersaing dengan 15 peserta pelatihan lainnya yang terpilih melalui audisi dari agensi Big Hit Entertainment.

Pada babak final yang dihadiri grup Bangtan Sonyeondan (BTS) , SEVENTEEN danTomorrow X Together (TXT) itu, Jungwon menjadi peserta dengan perolehan suara tertinggi sementara Sunoo menjadi satu-satunya yang dipilih produser untuk melengkapi ENHYPEN, menyingkirkan K dan Daniel.

Tiga bulan berselang, ENHYPEN bernaung di bawah agensi Belift Lab resmi debut di bawah pimpinan Jungwon pada 30 November 2020 melalui album "BORDER: DAY ONE" dengan lagu utama "Given-Taken".

Album debut mereka ini mencatatkan hasil positif, salah satunya menduduki peringkat pertama di tanggal album iTunes Jepang, dan berada di posisi lima teratas iTuns 34 negara lain. Walau sebagian orang berpendapat lagu utama mereka kurang mantap.

Sebelum debut yakni pada Oktober 2020, mereka mengumumkan nama klub penggemar bernama ENGENE. Menurut ENHYPEN, nama ini memiliki dua makna yakni penggemar adalah mesin atau engine yang membantu mereka tumbuh dan maju serta penggemar berbagi DNA yang sama untuk terhubung, berkembang dan tumbuh bersama ENHYPEN.

Sebulan setelah debut, sejauh ini, mereka sudah mengantongi penghargaan musik "Next Leader" di The Fact Music Awards (TMA) 2020.


Baca juga: Profil tujuh personel ENHYPEN, grup debut "I-LAND"

Baca juga: ENHYPEN, Stray Kids hingga Park Seo-jun akan ramaikan MAMA 2020

Baca juga: ENHYPEN debut dengan lagu "Given-Taken" yang enerjik


 

Oleh Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Melihat Santorini Korea di Desa Gamcheon-Busan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar