Keterisian tempat tidur isolasi COVID-19 di Jakbar sekitar 85,5 persen

Keterisian tempat tidur isolasi COVID-19 di Jakbar sekitar 85,5 persen

Sejumlah pasien COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj

Di RSUD Cengkareng dari kapasitas 18 tempat tidur ICU tekanan negatif dengan ventilator, hanya tersisa satu tempat tidur saja
Jakarta (ANTARA) - Pemkot Jakarta Barat menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi COVID-19 dari 19 rumah sakit rujukan di Jakarta Barat  sampai dengan tanggal Rabu (27/1) sudah sekitar 85,5 persen dari total kapasitas.

“Sampai tanggal 27 Januari tingkat keterisian ruang isolasi sudah sekitar 85,5 persen,” ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Dishub DKI keluarkan SK Juknis transportasi PSBB hingga 8 Februari

Dari 18 rumah sakit rujukan terdahulu, tersedia sekitar 988 tempat tidur isolasi COVID-19. Kemudian ditambah satu lagi rumah sakit rujukan dengan kapasitas 50 tempat tidur isolasi.

“Sementara kapasitas ruang unit perawatan intensif (ICU) di Jakarta Barat sekitar 92,64 persen,” ujar Kristi.

Namun pihaknya tidak merinci lebih lanjut jumlah keterpakaian tempat tidur ICU tersebut. Kristi mengatakan persentase angka tersebut masih dapat berubah-ubah tergantung kondisi pasien setelah dirawat.

Baca juga: Pemkot Jakpus siapkan nakes pantau warga yang isolasi di lima GOR

Merujuk data ketersediaan tempat tidur isolasi COVID-19 di Jakarta yang diakses di http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed/ pada Kamis, misalnya. Di RSUD Cengkareng dari kapasitas 18 tempat tidur ICU tekanan negatif dengan ventilator, hanya tersisa satu tempat tidur saja.

Sementara untuk ICU tanpa tekanan negatif dengan ventilator berkapasitas 25 tempat tidur, tersisa dua tempat tidur. Kemudian 34 tempat tidur ICU tanpa tekanan negatif tanpa ventilator, empat tempat tidur tersisa.

Kemudian dari kapasitas 232 tempat tidur isolasi tanpa tekanan negatif, tersisa 59 tempat tidur.

Sementara pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jakarta Barat dengan vaksin Sinovac telah mencapai 55,68 persen, kata Kristi.

Baca juga: 8000 tenaga kesehatan Jakarta Pusat sudah divaksin COVID-19

Adapun sebanyak 18.163 tenaga kesehatan dan pelayan publik di Jakarta Barat telah divaksin COVID-19 pada gelombang pertama.

Rincian pelaksanaan vaksin di 41 pos vaksinasi Puskesmas, empat pos vaksinasi di RSUD setempat, lima pos vaksinasi di RS Kementerian Kesehatan dan 22 pos vaksinasi RS swasta.

Penerima vaksin COVID-19 di Jakarta Barat sebanyak 22.126 petugas kesehatan, 72.420 pelayan publik, 914.376 masyarakat rentan, 556.069 masyarakat umum dan pelaku ekonomi dan 216.434 masyarakat rentan lainnya seperti para lanjut usia (lansia).

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar